
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kehadiran raksasa retail Indomaret dan Alfamart di Pekanbaru, Riau, ternyata sudah berhasil membunuh separo omset pedagang di Kota Bertuah Pekanbaru. Sukses gurita ratailer ini juga diiringi pertambahan penduduk kota karena umumnya pekerja didatangkan dari luar Riau.
Hasil survey yang dilakukan anggota DPRD Riau, Indra Isnaini, ke beberapa pedagang di Pekanbaru khususnya pedagang menengah, ternyata penghasilan mereka menurun drastis. Untuk produk yang sejenis, masyarakat lebih memilih belanja ke Indomaret dan Alfamart.
''Rata-rata pedagang menengah mengalami penurunan hingga 50 persen. Itu tidak termasuk pedagang kecil,'' ujar Indra Isnaini kepada GoRiau.com, Senin (27/1/2014).
Menurutnya, pemerintah daerah sudah seharusnya bersikap. Fungsi pemerintah tidak hanya untuk menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD), tapi lebih dari itu adalah sebagai pembina perekonomian daerah, menumbuhkan dan merangsang usaha-usaha yang dimiliki warga.
''Tidak ada jalan lain selain pemerintah kota dan DPRD Kota bersikap. Pemko harus membatasi gerak dua retailer ini tapi bukan membunuhnya. Harus ada pembatasan yang jelas untuk lokasi-lokasi Indomaret dan Alfamart, jangan semua ruas jalan diisi apalagi sampai ke lorong-lorong sempit. Itu sudah keterlaluan,'' tegasnya.
Di sisi lain, tambahnya, setahun lebih kehadiran keduanya juga tidak meningkatkan kreatifitas pengusaha daerah. Pemilik Indomaret dan Alfamart yang merupakan warga lokal, sama sekali tidak memahami sistem bisnis karena semuanya sudah ada SOP dari kantor pusat Indomaret dan Alfamart.
''Orang kita hanya duduk-duduk menerima laporan. Mereka hanya menerima hasil dari kerja organisasi keduanya, jadi tak ada alih kemampuan, manajemen atau skill bisnis yang bisa meningkatkan daya saing daerah,'' tambahnya.
Menurutnya, bukan hanya Pemko yang harus bersikap, tapi juga Pemkab-Pemkab karena saat ini keduanya mulai mengincar daerah seperti yang terjadi di Pangkalan Kerinci dan juga akan masuk ke Telukkuantan. ''Jadi semua harus diantisipasi termasuk di daerah,'' tambah politisi PKS ini. ***