PERGAM, GORIAU.COM - Peringatan Hari Bakti Nusantara ke-13 Tingkat Kabupaten Bengkalis yang dipusatkan di Kelurahan Pergam, Kecamatan Rupat berlangsung semarak. Beraneka kegiatan maupun hiburan digelar pada kegiatan yang dibuka Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh, Selasa (4/12/2012)
Peringatan HBN dihadiri Kajari Bengkalis Mukhlis, anggota DPRD Bengkalis Misliadi, para kepala dinas dan badan, Camat Rupat Yusrizal dan masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan di Tanjung Pura Kelurahan Pergam disemarakan kegiatan lomba menyiang ikan, mengkur kelapa, membubul jaring dan menyambung tali serta menangkap belut. Bupati bersama rombongan melakukan penanaman 1 miliar pohon matiu dan mangrove serta membudayakan gerakan membersihkan pantai sebagai sumber kehidupan.
Dalam pengarahannya Bupati H Herliyan Saleh mengharapkan peringatan Hari Bakti Nusantara merupakan suatu bentuk penghormatan atas keberanian bangsa Indonesia mendeklarasikan laut pedalaman sebagai kesatuan wilayah NKRI, “Deklarasi Joeanda”. Bertolak dari Deklarasi Joeanda 13 Desember 1957, tanggal tersebut dicanangkan sebagai hari nusantara.
“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, kemampuan maritim baik dari segi ekonomi maupun pertahanan harus diperkuat. Kegiatan ilegal yang merugikan negara selama ini seperti illegal fishing harus dihentikan untuk mengamankan kekayaan negara,” ujar Bupati.
Kabupaten Bengkalis memiliki perairan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, serta jalur pelayaran internasional terpadat di dunia dengan 16 pulau dinyatakan sebagai laut nusantara (mare nostrum). Bertolak dari kondisi geografis Bengkalis, semangat bahari perlu ditransformasikan dalam tindakan kegiatan perekonomian melalui pemberdayaan masyarakat di sektor perikanan.
“Kegiatan yang dilakukan DKP tersebut tidak terlepas dari pencapaian visi dan misi Kabupaten Bengkalis sebagai salah satu kabupaten otonom terbaik di Indonesia. Momentum HBN diharapkan mampu meningkatkan peran serta masyarakat dalam rangka menjaga keutuhan NKRI,” ungkap Bupati.
Pada kesempatan tersebut dilakukan penyerahan hadiah kepada masing-masing peserta lomba, serta sejumlah anak sekolah yang berprestasi dari keluarga nelayan yang kurang mampu. Bupati juga menyerhakan kartu tanda anggota nelayan untuk nelayan tradisional Pergam bersama Kajari Mukhlis dan anggota DPRD asal Rupat Misliadi.
Sebelumnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bengkalis Ahmad Ramli dalam laporannya memaparkan bahwa kegiatan HBN sengaja dipercepat dari seharusnya tanggal 13 Desember mengingat ada agenda MTQ tingkat Propinsi Riau yang akan digelar di Bengkalis, 12 Desember. Tema HBN tahun ini membangkitkan peran wisata bahari dengan peningkatan ilmu pengetahuan (Iptek) dan sumber daya manusia (SDM).
“Tujuan dari HBN sendiri adalah tersosialisasinya prinsip-prinsip Indonesia sebagai negara kepulauan dengan melibatkan partisipasi semua pihak. Masyarakat di kawasan pesisir harus menjadikan laut sebagai sumber kehidupan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kerakyatan berbasis kelautan,” jabar Ahmad Ramli.
Tahun 2012 telah dialokasikan bantuan untuk masyarakat nelayan di Kecamatan Rupat dengan total anggaran Rp 13 miliar yang bersumber dari APBD Bengkalis. Kemudia program pembangunan rumah layak huni untuk nelayan di Tanjung Pura Pergam sebanyak 10 unit. (jfk)