SIAK SRI INDRAPURA, GORIAU.COM - Bupati Siak Drs. H. Syamsuar, MSi prihatin dengan remaja yang ada di Kabupaten Siak. Dimana, disaat usia mereka yang masih belia yang seharusnya duduk di bangku sekolah mengikuti pelajaran, namun mereka harus berumah tangga.


"Pernikahan dini ini bukan tidak bisa terjadi, inilah salah satu akibat negatif yang ditimbulkan teknologi," ucap Syamsuar dihadapan Tim Penggerak PKK se-Kabupaten Siak, Senin (27/1/2014) di Gedung Dharma Wanita, Siak Sri Indrapura.


Oleh karena itu, salah satu tugas penting yang dititipkan Bupati kepada penggerak PKK yakni penyuluhan mengenai pernikahan dini tersebut. Sebab, kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah tidak akan pernah tercapai, jika pernikahan dini banyak dipraktekkan.


"Padahal, Siak sendiri sudah mencanangkan sebagai daerah percontohan keluarga sakinah," kata Syamsuar.


Menurut Syamsuar, pelajar saat ini tidak bisa disamakan dengan remaja dulu. Dimana, para remaja dan pemuda sangat menjunjung tinggi yang namanya adat istiadat dan nilai-nilai agama. Sementara, nilai-nilai tersebut mulai terkikis dikalangan remaja sekarang.


Syamsuar pun bercerita, bagaimana ia menjalani kehidupan remaja. Ia pun pernah bermain bersama remaja putri. Permainan itu ia namakan dengan 'main pondok-pondok'. Dimana, ada yang berperan sebagai ayah, ibu dan anak. Layaknya sebuah keluarga. "Cuma hanya sebatas itu saja," urainya sambil tersenyum.


"Kalau anak sekarang, jangan cubo-cubo mereka main pondok-pondok. Bahaya. Sedang tak itu, mereka dah seperti ini," lanjut Bupati dengan logat melayunya. Pernikahan dikalangan remaja biasanya, lanjut Syamsuar terjadi antara anak SMA dan SMP atau sesama anak SMA.


"Nah.. Ini menjadi tugas kita bersama dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak," ucap Bupati. Ia berharap, PKK yang sudah ada berperan penting dalam mewujudkan keluarga yang sakinah.(san)