JAKARTA, GORIAU.COM - Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi yakin sagu akan menjadi makanan masa depan. Selain kebaikan sagu di atas beras, sagu juga merupakan makanan khas Indonesia yang tak perlu diimport.
Sebagaimana disampaikan Irwan pada saat pembukaan Festival Pangan Sagu Nusantara 2014 di Parkir Selatan, Senayan, Jakarta, Sabtu (3/5/2014) yang lalu. Kata Irwan, meski saat ini panganan sagu hanya baru dikenali atau dikonsumsi sebagian kecil masyarakat Indonesia, seperti Kabupaten Kepulauan Meranti dan beberapa daerah di Riau, Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan (Papua Barat) tapi tak menutup kemungkinan kedepannya sagu akan dikonsumsi masyarakat banyak.
"Sagu ini makanan asli Indonesia, jadi tidak perlu diimpor seperti beras dan gandum. Sagu juga merupakan makanan yang rendah kolesterol dan memiliki korbohidrat yang cukup tinggi dan sangat cocok bagi yang ingin diet," kata Irwan.
Keuntungan lain dari sagu sebut orang nomor satu di Kepulauan Meranti itu lagi, 1 hektar sagu setara dengan 12 hektar padi. Bahkan 1 hektar perkebunan sagu bisa menghasilkan 30 ton sagu mentah. "Sagu Meranti merupakan sagu terbaik di Indonesia dan saat ini berbagai produk makanan berbahan dasar sagu telah dihasilkan.
"Kita berharap ada inovasi baru sehingga sagu tidak hanya dijadikan sebagai bahan makanan, tapi bisa dijadikan berbagai macam produk, seperti kosmetik dan lainnya. Semoga sagu menjadi bahan olahan baru di Indonesia," pungkas Irwan.
Selain itu, Irwan juga melihat bahwa kegiatan festival pangan sagu di Ibukota Indonesia tersebut sangatlah penting dalam memperkenal kebaikan dari sagu kepada seluruh masyarakat Indonesia.
(zal)