DURI - Membiasakan membaca memang bukanlah perkara yang mudah, perlu dukungan dari berbagai pihak. TK Pertiwi Duri yang berlokasi di komplek Kantor Camat Mandau dengan rutin melaksanakan program Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku (Gernas Baku) setiap Minggu kedua dan pertemuan bulanan orangtua pada hari Sabtu.

Kepala Sekolah TK Pertiwi Duri, Gusmayenti saat disambangi GoRiau.com di ruang kerjanya, Jumat (2/8/2019) pagi mengatakan orangtua sangat dituntut dalam mendampingi putra putrinya untuk menguasai beragam kecakapan literasi. Agar anak mampu berfikir kritis, kreatif, komunikatif dan mampu berkolaborasi. 

"Pada minggu ke empat di Bulan Juli lalu kita sudah sukses menggelar program Gernas Baku ini, Alhamdulillah Bunda Paud Kecamatan Mandau, Bunda Dewi langsung membuka kegiatan kita kemarin. Para orangtua juga sangat paham dengan tujuan dari kegiatan kita ini," kata Bunda Yen. 

Menurutnya, membaca dapat diibaratkan membuka jendela dunia, karena dengan membaca akan menambah ilmu dan wawasan. Membaca juga akan membentuk pola pikir baru dan akan meningkatkan kemampuan seseorang dalam menemukan berbagai keunikan dan hal baru yang berguna bagi kehidupan. 

"Semakin banyak membaca akan membentuk pribadi yang berilmu dan bijak dalam melangkah serta mengambil keputusan. Kita harapkan dengan gerakan membaca ini dapat meningkatkan minat baca anak," ujar Bunda. 

Hal senada juga disampaikan oleh Bunda Paud Kecamatan Mandau, Bunda Dewi dihadapan para orangtua murid TK Pertiwi Duri saat membuka acara Gernas Baku, Sabtu (26/7/2019) lalu. Bersama orangtua dan anak akan mempererat hubungan sosial emosional antara anak dan orangtua yang saat ini sudah mulai luntur dengan kesibukan orangtua di dunia kerja.

"Mari kita suskeskan Gernas Baku ini, para Bunda di rumah diharapkan untuk meluangkan waktu membacakan buku untuk anak-anak. Kita tanamnya budaya membaca kepada anak sejak dini," kata Bunda Paud Mandau yang juga mengapresiasi antusias wali murid mengikuti kegiatan Gernas Baku Perdana pada tahun ajaran 2019 - 2020. 

Dengan rutin melakukan ini, kata Bunda Paud Dewi, orangtua akan dapat memahami kemampuan membaca anak sesuai tahap perkembangannya. Orangtua akan belajar bagaimana memahami teknik yang menarik minat anak untuk gemar membaca dan membiasakan membacakan buku untuk anak.

"Saya yakin sekolah juga menciptakan berbagai kegiatan untuk mendukung gerakan ini. Sekolah menyediakan pojok baca dan perpustakaan untuk memupuk minat anak dalam membaca buku," imbuhnya lagi. ***