
BENGKALIS, GORIAU.COM - Bupati Bengkalis, H Herliyan Saleh membuka  MTQ ke-38 Kecamatan Rupat, Kamis (24/4). Pada acara yang dipusatkan di Lapangan Sepakbola Desa Pangkalan Nyirih itu, Bupati mengajak umai Islam membangkitkan kembali tradisi maghrib mengaji.
Acara pembukaan berlangsung meriah di awali dengan tari persembahan sekapur sirih dari SMA Kurnia Jaya, Desa Pangkalan Nyirih. Selain itu juga defile kafilah diiringi drum band SMAN 1 Rupat. Sebagai penutup disuguhi tari kreasi 100 orang siswa dari SDN 5, SDN 9, SDN 15, SDN 28 Pangkalan Nyirih yang dibimbing oleh guru-guru SD serta pengajar muda Indonesia di Desa Pangkalan Nyirih, Zwita Almaida.
ÂPada kesempatan itu juga dilakukan pengangkatan Dewan Hakim dan Majelis Hakim MTQ ke-38 Kecamatan oleh Zaherman.
ÂAcara dihadiri angota DPRD Kabupaten Bengkalis, asisten, staf ahli bupati, kepala dinas, kepala badan, epala bagian lingkungan Sekretariat Kabupaten Bengkalis, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Bengkalis, Camat Rupat Yusrizal, Ketua Penggerak PKK Rupat dan Kepala Desa Pangkalan Nyirih Hasan Basri.
ÂAL quran merupakan sumber ilmu kehidupan,yang tidak habis-habisnya digali sebagai pedoman perlu ditumbuh kembangkan, karena umat diajak untuk tekun membaca, mengaji dan mengamalkan ke agungan al quran. Hukmah penting dari pelaksanaan mtq dapat meningkatkan semangat semangat tali silaturrahmi, ukhuwah islamiyah dalam kehidupan bermasyarakat.
ÂBupati dalam pengarahannya mengajak umat islam untuk terus memotivasi anak-anak giat membaca, mempelajari dan mendalami  Alquran , sehingga akan dapat membentuk pribadi yang santun dan berakhlakul karima.Â
Â''Mari kita bangkitkan kembali tradisi magrib mengaji atau tradisi membaca Alquran. Jangan biasakan anak-anak kita mentonton televise dan kegiatan lain pada waktu magrib,'' ujarnya.
ÂMenurut Bupati, ssat ini telah terjadi pergeseran moral dan ahklak masyarakat terutama dikalangan remaja seperti pergaulan bebas, pengguna narkoba, kenakalan remaja, bolos sekolah, serta tak menghormati orang tua dan guru. Oleh karna itu perlu upaya meluruskan perilaku tersebut dengan pendekatan al quran dan hadis. ''Saya yakin, hingga saat ini para orang tua tetap konsisten menggalakkan budaya maghrib mengaji. Meskipun demikian tidak salahnya, saya kembali mengingatkan agar masyarakat tetap melestarikan budaya maghrib mengaji dan satu jam tanpa televisi pada saat maghrib,'' ujarnya.(jfk)