PEKANBARU, GORIAU.COM - Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Riau (FE Unri) menciptakan budaya baru, dengan mengadakan ''Forum Diskusi Intelektual'' yang dimulai sejak hari Kamis, 24 April 2014. Rutinitas baru ini mendapat antusias dari hampir seluruh kalangan civitas akademika, mulai dari mahasiswa yang aktif dan apatis, tidak ketinggalan para dosen yang turut mensuport mahasiswanya.

''Mahasiswa ekonomi rindu obrolan-obrolan yang hangat seputar perekonomian bangsa, mahasiswa rindu akan adanya tempat sharing intelektual, mahasiswa mencari-cari tempat untuk mengemukakan persepektifnya sebagai kaum intelektual, belajar di kelas saja tidak cukup,'' kata Robi, salah satu mahasiswa senior di FE-UR.

Rinaldi, selaku Kepala Departemen KPW dari BKIM-FE-UR yang juga salah satu anggota Bidang Analisis Ilmiah dari HMJ-IE melalui rilisnya kepada GoRiau.com, Jumat (25/4/2014) mengatakan, ''kami para aktivis kampus seakan-akan mendengarkan teriakan kehausan akan budaya-budaya yang semestinya ada dilingkungan akademik ini, ''Forum Diskusi Intelektual'' adalah wadah terkecil yang bisa mejawab teriakan itu dan akan akami jadiakan rutinitas mahasiswa FE-UR''.

Forum ini, lanjutnya, akan menciptakan dinamika kehidupan dan suasana yang baru di lingkungan kampus, dampak positif pasti akan kita rasakan, notabene mahasiswa yang selama ini hanya jalan di tempat, mulai detik ini, masyarakat luas akan segera mengetahuinya.

''Diskusi ini dilakukan 2 kali dalam sebulan, setiap hari Kamis , minggu ke-2 dan minggu ke-4 tiap bulannya, dibuka untuk umum dan diadakan di tempat terbuka, kami akan selalu mengangkat isu-isu hangat seputar perekonomian Indonesia, kemarin kami mengangkat tema “AEC 2015, Peluang atau Ancaman'' dan tidak diragukan lagi, dengan data-data yang valid, dengan perdebatan yang cukup panas, akhirya kami mendapatkan kesimpulan yang luar biasa. Inilah jati diri kami mahasiswa ekonomi, biarlah mahasiswa eksak sibuk dengan risetnya, biarlah mahasiswa FKIP sibuk dengan metode pembelajarannya, biarlah mahasiswa FISIP sibuk dengan kancah perpolitikannya, tapi kami para ekonom, tetap akan menjadi kunci, kunci untuk membuka gembok kesejahteraan masyarakat Indonesia,'' jelasnya.

Dikatakan, Ini adalah opening, forum yang baru ditaja oleh KPW dan bidang Analisis Ilmiah. ''Kedepan, kami akan bekerjasama dengan seluruh lembaga se-lingkungan FE-UR agar antusias mahasiswa dan kesimpulan-kesimpulan ayang dihasilkan akan setara dengan forum diskusi nasioanal,'' ujarnya. (rls)