
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Pasca terjadinya pembakaran 9 alat berat milik PT Setia Agrindo Lestari (SAL) dan penahan 21 warga Desa Pungkat, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kini anak perusahaan Surya Dumai itu terlihat kembali memulai aktifitasnya dengan membuat base camp dan memasukan 3 alat berat ke Desa Pungkat.
Melihat hal itu, warga desa dengan cepat mengambil langkah meminta Pemerintah Kabupaten (PemkaB-) Inhil untuk segera mencabut izin perusahaan tersebut, agar tidak terulang lagi peristiwa yang sempat membuat warga Pungkat dilanda ketakutan.
Untuk itu, Senin (29/9/2014) beberapa perwakilan warga Pungkat di dampingi kuasa hukum, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Masyarakat Peduli Inhil (MPI) menggelar pertemuan di Kantor Bupati Inhil untuk mendesak Pemkab segera mengambil tindakan tegas.
Pertemuan warga Pungkat tersebut dipimpin oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Fauzan serta beberapa Kepala Dinas terkait dengan persoalan tersebut.
Asmar salah seorang perwakilan warga Pungkat mengatakan bahwa warga mendesak Pemkab segera mencabut izin PT SAL, dengan alasan keberadaan perusahaan ini lebih banyak menimbulkan mudharat daripada manfaat.
''Mewakili warga saya mengatakan dengan tegas menolak PT SAL beraktifitas kembali, karena lahan yang dikuasai PT SAL saat ini merupakan sumber penghidupan kami,'' kata Asmar.
Menanggapi hal tersebut, Fauzan mengatakan Pemkab akan segera mengambil langkah penyelesaian, dengan terlebih dahulu melakukan pengecekan ke lokasi yang dipermasalahkan.
''Jika setelah dilakukan pengecekan di lokasi oleh tim evaluasi ternyata lahan itu memang mengganggu ekosistem dan merugikan masyarakat, maka lahan ini harus dipertahankan fungsinya sebagai kawasan hutan,'' kata Fauzan.
Fauzan juga mengatakan bahwa Pemkab telah mengingatkan pihak perusahaan agar jangan mengadakan aktifitas terlebih dahulu di lahan tersebut, sampai permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik.
''Insyaallah akan kita selasaikan segera permasalahan ini, agar jangan sampai berlarut-larut,'' tutup Fauzan.(ayu)