
SIAK - Pengumpulan data struktural ekonomi berskala besar resmi dimulai di Kabupaten Siak. Sebanyak 368 petugas dikerahkan ke seluruh kecamatan dan desa untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, Senin (15/6/2026).
Pendataan ini mengusung metode konvensional dari pintu ke pintu untuk menyasar sektor rumah tangga sekaligus para pelaku usaha. Langkah komprehensif ini bertujuan melahirkan potret utuh mengenai peta kekuatan finansial di daerah.
Sensus periode ini menjadi instrumen penting karena mengadopsi variabel modern yang menyesuaikan perkembangan zaman, termasuk pola bisnis berbasis digital dan pelestarian lingkungan.
"InsyaAllah semua informasi yang diberikan bersifat rahasia dan dijaga oleh BPS, mari kita sukseskan bersama sensus ekonomi 2026 di Kabupaten Siak," kata Bupati Siak, Afni saat menerima kunjungan tim pencacah di Kelurahan Kampung Rempak.
Terdapat sekitar 73 variabel data yang akan dikumpulkan oleh para petugas di lapangan. Ruang lingkup pencatatan mencakup aktivitas usaha, pendapatan, pengeluaran, ekonomi digital, hingga konsep ekonomi hijau (green economy) dan ekonomi biru (blue economy).
Agenda nasional ini memiliki nilai sejarah dan strategis yang panjang bagi pembangunan. Kegiatan ini merupakan sensus kelima yang dilaksanakan secara berkala setiap 10 tahun sekali sejak pertama kali bergulir pada 1986.
Hasil akhir dari pengumpulan 73 variabel ini nantinya akan dijadikan pijakan mendasar untuk menyusun rencana pembangunan jangka panjang. Ketersediaan data yang valid menjadi modal utama dalam mendukung kesiapan daerah menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
Melalui pemetaan yang matang, arah kebijakan ekonomi makro maupun mikro di Kabupaten Siak dapat dirancang lebih adaptif terhadap tantangan global di masa depan. ***