PEKANBARU – Badan Pengelola Masjid Raya (BPMR) An-Nur menyiapkan sejumlah program pembenahan Masjid Raya An-Nur sebagai agenda utama di awal 2026. Program ini diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan jamaah sekaligus memperkuat kualitas pelayanan keumatan di salah satu ikon ibadah Provinsi Riau tersebut.

Rencana pembenahan dibahas dalam kegiatan silaturahmi pengurus BPMR An-Nur yang dirangkaikan dengan arahan dan evaluasi awal tahun. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau, Rabu (7/1/2026), dan diikuti seluruh jajaran pengurus.

Forum silaturahmi ini menjadi momentum konsolidasi untuk menyamakan visi serta merumuskan program prioritas pembenahan sarana dan prasarana masjid. Selain evaluasi program sebelumnya, pengurus juga membahas langkah-langkah strategis agar perbaikan dapat berjalan terarah dan berkelanjutan.

Ketua Harian Masjid Raya An-Nur, Zul Ikromi, menyampaikan bahwa program pembenahan difokuskan pada optimalisasi fungsi fasilitas masjid. Menurutnya, langkah tersebut penting agar seluruh sarana dapat digunakan secara maksimal oleh jamaah.

Ia menjelaskan, program yang disiapkan meliputi perawatan dan perbaikan sarana pendukung, peningkatan kebersihan lingkungan masjid, serta penataan fasilitas agar lebih tertib dan ramah bagi jamaah. Seluruh program tersebut dirancang untuk dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan peran aktif pengurus.

"Pembenahan ini kita rancang secara terukur dan berkelanjutan. Harapannya, Masjid Raya An-Nur tetap terawat, nyaman, dan mampu melayani jamaah dengan lebih baik," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menekankan pentingnya perencanaan program pembenahan yang matang sejak awal tahun. Ia menilai, setiap program perbaikan harus benar-benar berangkat dari kebutuhan jamaah.

"Program pembenahan masjid perlu diarahkan pada peningkatan kenyamanan jamaah. Lingkungan yang bersih, tertib, dan fasilitas yang terawat akan mendukung suasana ibadah yang lebih khusyuk," katanya.

Ia menambahkan, awal tahun menjadi waktu yang tepat untuk menyusun skala prioritas program secara jelas. Dengan perencanaan yang baik, setiap pembenahan diharapkan dapat dilaksanakan secara efektif dan memberi dampak jangka panjang.

"Masjid Raya An-Nur adalah aset keumatan dan kebanggaan daerah. Program pembenahan ini menjadi tanggung jawab bersama agar masjid tetap layak, nyaman, dan memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat," tutupnya. ***