PEKANBARU, GORIAU.COM - Bencana banjir yang melanda sebagian besar kawasan di Kota Pekanbaru dikabarkan memakan korban. Marsel, bocah lima tahun warga Jalan Garuda Sakti, Kecamatan Tampan hilang terseret arus drainase saat banjir melanda kawasan tersebut.

Informasi sejumlah warga, Jumat siang (6/12/2013), bocah tersebut terseret derasnya arus di saluran air sekitar kompleks perumahan sejak pukul10.00 WIB. "Pencarian masih terus dilakukan hingga pukul 11.30 WIB. Ada puluhan warga yang membantu," kata seorang warga yang turut membantu penyelamatan Maresel.

Ketika itu, menurut saksi, Marsel tengah bermain bersama teman-teman sebaya, namun tiba-tiba terperosok ke dalam saluran air besar hingga terseret arus. "Posisinya waktu itu dia terseret hingga masuk ke dalam gorong-gorong," kata saksi mata.

Warga kemudian berinisiatif mengontak Tim Badan SAR Nasional Kota Pekanbaru untuk membantu penyelamatan korban. "Saat ini tim telah berada di lokasi kejadian untuk melakukan penyelamatan dengan dilengkapi sejumlah peralatan," kata Rian, Koordinator Tim Penyelamat dari BaSARNas Pekanbaru.

Ia menjelaskan, sejumlah tim penyelam juga diturunkan untuk memberikan pertolongan maksimal. "Belum dapat diinformasikan apakah nyawa korban dapat tertolong atau tidak. Pencarian masih dilakukan," katanya.

Guyuran hujan dewas secara terus menerus pada Jumat dini hari hingga siang ini menyebabkan Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru dan Kabupaten Kampar dilanda banjir besar.

Sebanyak 12 kecamatan di Kota Pekanbaru dan beberapa kecamatan di Kabupaten Kampar pada titik-titik tertentu terendam air dengan ketinggian yang bervariasi.

Banjir itu antara lain melanda Kecamatan Tampan, Tenayan Raya, Rumbai, Rumbai Pesisir, Limapuluh Kota, Senapelan, Sukajadi, Sail, Payung Sekaki, Kecamatan Pekanbaru Kota, serta Marpoyan Damai dan Bukit Raya.

Sementara di Kabupaten Kampar, banjir besar terjadi di sejumlah titik pada Kecamatan Siak Hulu yang berbatasan dengan Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru. Banjir menyebabkan ribuan rumah terendam dan aktivitas sejumlah warga menjadi terganggu.(fzr/ant)