
PEKANBARU, GORIAU.COM - Adanya penumpukan cangkang kelapa sawit di tepi Sungai Siak di Desa Rantau Panjang, Koto Gasib, Kabupaten Siak sangat disesalkan Walhi Riau. Walhi menilai tidak adanya ketegasan dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Siak dalam bersikap padahal tumpukan itu bisa menimbulkan pencemaran lingkungan.
"Aneh juga kalau BLH Siak tidak menanggapi secara serius adanya penumpukan cangkang sawit ditepi pelabuhan yang seperti dirilis media. Penumpukan ditepi pelabuhan sekitaran Sungai Siak yang sudah menggunung, jelas terdapat cairan warna hitam, keluarkan bau tak sedap dan mengalir munuju sungai," katanya.
Penegasan ini disampaikan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan hidup (Walhi) Riau Hariansyah Usman kepada wartawan, Selasa (29/1/2013) melalui selulernya. Ia mengatakan, semestinya BLH Siak itu melakukan pengamanan terhadap tumpukan cangkang yang berada dibibir Sungai Siak, Desa Rantau Panjang, Kota Gasib.
"Apalagi keberadaan perusahaan yang melakukan penumpukkan cangkang, kabarnya saat inikan sudah tahu pemiliknya, yang seperti disebutkan BLH Siak adalah CV Berkat Jaya yang berkantor pusat di Rengat. BLH Siak mestinya serius mengamankan penumpukan cangkang itu, apalagi tidak punya izin.
Karena sebutnya, akibat penumpukan cangkang yang menggunung sekitar pinggiran Sungai Siak, ini akan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Buktinya, saat ini sambung Hariansyah sudah dikeluhkan warga sekitar. Dikarena, ada tumpukan cangkang mengeluarkan cairan warna hitam, bau tidak sedap, mengalir sungai.
Hariansyah juga mengatakan, informasi berasal dari warga setempat, tempurung kelapa sawit itu diangkut menggunakan truk yang kemudian dikumpulkan dilokasi itu sampai menggunung. Kemudian, dipindahkan ke ponton untuk dikeluarkan lagi melalui transportasi laut.
Sebab tidak mungkin BLH Siak, katanya tidak mengetahui adanya aktifitas untuk penumpukan cangkang ini. Bahkan tambah Hariansyah, sejauh ini warga dari Desa Rantau Panjang, serta aparat desa itu mengaku belum mengetahui ada perusahaan yang beroperasi menumpukkan cangkang, aktifitasnya sudah berlangsung lama. (rdi)