PEKANBARU, GORIAU.COM - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau menyediakan jadwal untuk memeriksa PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) terkait temuan tulang belulang gajah di kawasan konsesinya.

Upaya tersebut akan dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BKSDA yang tidak lama lagi juga akan turun ke lokasi penemuan. "Untuk saat ini kami akan merencanakan turun ke lokasi. Kalau memang penemuannya berada di lahan konsesi perusahaan, minimal perusahaan ini diperiksa," kata Kepala Bidang Tehnis BKSDA Riau, Syahimin, Rabu (11/9/2013).

Pernyataan Syahimin adalah tanggapan atas penemuan tulang belulang gajah oleh Organisasi lingkungan global (WWF) bersama tim monitor lapangan.

Tim ini menemukan tulang belulang gajah di kawasan hutan konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang bergerak dibidang industri bubur dan kertas di Kabupaten Pelalawan, Sektor Baserah pada Minggu pasi (8/9/2013).

Diperkirakan tulang belulang itu merupakan gajah betina dewasa yang seharusnya telah siap menghasilkan keturunan.

"Kami memang telah mendapatkan informasinya. Untuk itu, harus turun ke lapangan guna memastikan lokasi penemuan serta otopsi kalau memang memungkinkan," katanya.

Syahimin mengatakan, untuk otopsi guna mengidentifikai penyebab kematian gajah tersebut diperkirakan akan sangat sulit. "Hal itu dikarenakan bangkai gajah yang hanya tinggal tulang belulang," katanya.(fzr)