
PEKANBARU, GORIAU.COM -Kepadatan kendaraan di Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru, tiap tahunnya begitu terasa. Salah satu penyebabnya adalah tingginya tingkat 'konsumsi' kendaraan di daerah ini.
Direktorat Lalu Lintas Polda Riau, Rabu (11/9/2013) menyatakan, penjualan kendaraan baru jenis roda empat dan sepeda motor di Kota Pekanbaru pada tahun 2012 mencapai lebih dari 115.200 unit. "Per minggunya itu minimal mencapai 2.400 unit atau sebulannya sekitar 9.600 unit," kata Direktur Ditlatas Polda Riau Kombes Pol Drs Eri Safari.
Eri mengatakan, dominan 'konsumsi' kendaraan baru tersebut adalah sepeda motor mengingat begitu banyaknya kemudahan untuk mendapatkan unit tersebut. Ada banyak perusahaan perkreditan, demikian Eri, menawarkan berbagai kemudahan agar konsumen segera melakukan transaksinya.
Salah satunya, kata dia, yakni dengan memberikan kredit sepeda motor dan mobil dengan uang muka yang cukup ringan, bahkan tanpa uang muka untuk sepeda motor.
Kondisi tersebut menurut dia tentunya akan sangat menggiurkan bagi para calon konsumen berbagai kalangan, bahkan yang berpenghasilan rendah sekalipun.
Pertumbuhan kendaraan sepanjang beberapa tahun terakhir sebelum adanya keputusan Bank Indonesia (BI) terkait uang muka minimum harus 30 persen, kata Kombes Eri, membuat berbagai perusahaan perkreditan kendaraan dengan mudah membujuk konsumen.
Alhasil, kata dia, terjadi peningkatan pembelian kendaraan yang cukup siknifikan setiap tahunnya. Hal tersebut yang kemudian menurut dia menyebabkan terjadinya kepadatan kendaraan untuk berbagai kawasan khususnya di perkotaan. "Tapi yang jelas kondisi saat ini belum begitu parah," katanya.(fzr)