
SIAK - Musyawarah Kabupaten (Muskab) Special Olympics Indonesia (Soina) Kabupaten Siak menjadi forum penguatan komitmen pembinaan atlet bertalenta khusus atau penyandang disabilitas intelektual. Kegiatan ini diselenggarakan di halaman SLB Negeri Siak, Rabu (22/7/2026).
Agenda tersebut membahas evaluasi organisasi sekaligus merumuskan sinergi pemerintah daerah dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mencetak atlet berprestasi hingga ke kancah internasional.
Sejumlah tokoh hadir dalam pertemuan ini, di antaranya Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, Ketua Soina Provinsi Riau, Indah Puji Ratnani, dan Ketua Soina Kabupaten Siak, Sujarwo. Hadir pula Kepala Cabang Wilayah Dinas Pendidikan Provinsi Riau beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Muskab ini mengagendakan penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan Soina Kabupaten Siak periode 2021–2026. Selain itu, peserta musyawarah juga akan memilih dan menetapkan ketua umum serta tim formatur untuk masa bakti selanjutnya.
Ketua Soina Provinsi Riau, Indah Puji Ratnani memaparkan bahwa pembinaan atlet Soina memiliki karakteristik tersendiri melalui proses divisioning. Metode ini menyetarakan kemampuan atlet berdasarkan tingkat intelektual dan keterampilan olahraga sebelum mereka bertanding.
"Melalui proses divisioning, setiap atlet bertanding dengan lawan yang memiliki kemampuan setara sehingga kompetisi berlangsung adil dan mampu memunculkan potensi terbaik mereka," jelasnya.
Indah turut mengapresiasi capaian atlet Soina asal Siak yang telah membawa nama daerah hingga ke tingkat internasional. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa atlet bertalenta khusus memiliki peluang yang sama apabila mendapat pembinaan yang berkelanjutan.
"Saya berharap sinergi antara pengurus Soina, Pemprov, dan Pemkab terus ditingkatkan sehingga semakin banyak atlet Soina yang mampu mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional," harapnya.
Merespons hal tersebut, Wakil Bupati Siak, Syamsurizal menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperhatikan atlet-atlet Soina. Baginya, organisasi ini bukan sekadar wadah olahraga, melainkan tempat bagi penyandang disabilitas intelektual untuk membangun kepercayaan diri dan mengembangkan potensi.
"Kita ingin memberikan yang terbaik bagi putra-putri istimewa Kabupaten Siak. Mereka memiliki semangat, kemampuan, dan kesempatan yang sama untuk mengharumkan nama daerah apabila didukung dengan pembinaan yang baik," tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Syamsurizal meminta Pemprov Riau melalui Koordinator Wilayah Cabang Dinas Pendidikan untuk membantu mengatasi keterbatasan tenaga pendidik di SLB Negeri Siak. Keberadaan guru yang memadai dinilai menjadi faktor penentu dalam peningkatan kualitas pendidikan anak berkebutuhan khusus.
Saat ini, Soina Kabupaten Siak tercatat membina 120 atlet yang tergabung dalam dua klub. Rinciannya, 60 atlet bernaung di Club Fajar Amanah Kecamatan Tualang dan 60 atlet lainnya dibina di SLB Negeri Siak. ***