SELATPANJANG - Sejumlah bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah diserahkan oleh Bupati Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi kepada nelayan. Salah satu alat yang diberikan itu adalah fishfinder (alat penemu ikan, red).

Pantauan GoRiau, penyerahan alat tersebut langsung oleh H Irwan ke nelayan di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan. Penyerahan didampingi Kadis KP Drs Askandar dan jajaran, serta beberapa nelayan se Meranti.

Selain Fishfinder, juga ada alat lain seperti Gilnet Milenium 1000m sebanyak 4 paket, Bubu Kubah Ranjungan 4 paket, Rawai Dasar 2000 mata pancing 4 paket, Mesin tempel 15 PK 50 unit, GPS 8 unit, Fishfinder 8 unit lampu celup bawah air (Lacuba) 12 unit, dan life jacket 20 paket.

Usai penyerahan, H Irwan MSi mengatakan sebenarnya alat-alat bantu untuk nelayan ini telah sejak lama diberikan. Namun, apa yang menjadi target yaitu meningkatkan kesejahteraan nelayan, belum juga tercapai.

"Kita tentu bertanya-tanya, apa yang terjadi, sehingga target itu tak tercapai padahal bantuan serupa sudah diberikan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu," kata H Irwan.

Lalu, tambah H Irwan, setelah diidentifikasi masalah, ternyata ini tak lepas dari beberapa faktor antara lain alat tangkap, SDM nelayan, serta fasilitas lain seperti ketersediaan BBM. "Kalau BBM ada namun biaya tinggi, ini akan berpengaruh," ujarnya juga.

Untuk itu, tambah H Irwan, Pemda Meranti secepatnya akan berusaha membangun titik-titik yang menyediakan BBM untuk nelayan. Agar nelayan tidak ada kendala dalam mendapatkan BBM saat hendak melaut.

Sementara itu, Kepala DKP Askandar mengatakan bantuan ini adalah sejalah dengan keinginan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dimana, nelayan kedepannya tidak lagi menangkap ikan di sembarang tempat, tapi mencari dimane ada titik-titik yang banyak ikan.

"Makanya ada alat yang bisa digunakan untuk melihat gerombolan ikan di dalam air. Alat itu juga bisa mendeteksi kedalaman laut," ujar Askandar sambil menjelaskan sistem kerja Fishfinder ini.

Sementara itu, untuk efektifnya alat ini saat digunakan di laut Meranti, disampaikan Askandar juga, tidak pula maksimal seperti laut yang airnya jernih, sebab air di Meranti keruh. "Mungkin sensornya sekitar 50 meter dari kapal yang dipasang alat ini. Sebab, laut kita airnya keruh," ujar Askandar pula.

Sementara, beberapa alat yang dibantu Kementerian KP ini diserahkan kepada nelayan yang menggunakan sampan tanpa mesin. ***