JAKARTA, GORIAU.COM - Kondisi dua anjungan yang mewakili dua provinsi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sungguh bertolak belakang. Jika anjungan Sumatera Barat yang berada di sebelah anjungan Riau terlihat rapi, bersih dan terang, namun anjungan Riau justru sebaliknya, rusak, tak tertata dan gelap.

Pantauan ini terlihat saat GoRiau.com mengunjungi anjungan Riau yang kemarin digunakan untuk pertemuan masyarakat Riau Jakarta dengan Plt Gubernur Riau itu, memang menyedihkan. Sebagai simbol daerah, anjungan Riau justru tak terurus dan tidak mencerminkan Riau yang merupkan negeri penghasil devisa terbesar di Indonesia.

Padahal keberadaan Rumah Adat Melayu di Anjungan Riau adalah sebagai salah satu pusat mempromosikan kebudayaan melayu yang ada di Riau ditingkat nasional maupun internasional. Tapi dengan kondisi Anjungan saat ini yang bangunannya sudah rusak, kebersihan serta penerangan yang kurang, maka fungsi dan keberadaannya tidak akan berjalan dengan maksimal.

Saat dikonfirmasi terkait kondisi tersebut, Kepala Badan Penghubung Pemprov Riau, Doni Aprialdi membenarkan, namun saat ini masih dalam tahap pembenahan dan perbaikan terhadap kerusakan-kerusakan yang ada, termasuk mengenai kebersihan dan penerangan yang perlu diperhatikan ke depan.

''Memang bangunan Rumah Adat Anjungan sudah banyak yang rusak, tapi sekarang kita lagi benahi, anggarannya sudah ada, tinggal melaksanakan saja,'' ucap Doni saat menghadiri Acara silaturahmi Masyarakat Riau di Jakarta di TMII, Minggu (10/5/2015).

Doni mengaku sudah mengintruksikan Kepala UPT. Anjungan Riau agar tidak hanya menggesa perbaikan kerusakan bangunan yang ada, tetapi juga memperhatikan fasilitas dan penunjang lainnya. ''Jadi saya minta segera dijalankan, termasuk kegiatan dan program terutama yang berkaitan dengan kebudayaan tetap berjalan sesuai perencanaannya,'' pungkasnya. (ari)