
JAKARTA, GORIAU.COM - Penghargaan Adibakti Mina Bahari tidak hanya menjadi kebanggaan Kelompok Pelestari Wilayah Pesisir ‘TEGAS’, namun juga kebanggaan Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, serta menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat di daerah yang baru berdiri 5 tahun ini.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti, Ir H Ahmad Yani SPi, melalui Sekretaris Dinas, Eldy Saputra SPi, mengungkapkan, penghargaan itu berkat pembinaan yang panjang dan keseriusan anggota Kelompok Pelestari Wilayah Pesisir 'TEGAS' dalam pengendalian pencemaran dan kerusakan ekosistem alam kawasan pesisir.
"Alhamdulillah Kelompok Pelestari Wilayah Pesisir 'TEGAS' Kabupaten Kepulauan Meranti mendapatkan penghargaan Juara 1 kategori Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Ekosistem kawasan pesisir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Ini berkat keseriusan Kelompok Pelestasi dibawah koordinasi pembinaan Pemerintah Daerah," ujarnya.
Eldy mengungkapkan, berdirinya Kelompok Pelestari Wilayah Pesisir 'TEGAS' bermula dari program Marine and Coastal Resources Management Project (MCRMP) Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang juga dibina oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Riau sejak tahun 2004 lalu.
"Saat itu Pak Irwan (Bupati Kepulauan Meranti saat ini, red) bertugas di Bappeda Provinsi Riau. Beliau memberikan peranan yang serius terhadap program tersebut, hingga ikut memprakarsai pembentukan Kelompok Pelestari Wilayah Pesisir 'TEGAS' guna melestarikan lingkungan di kawasan pesisir Provinsi Riau," ungkap Eldy.
Setelah menjadi Bupati Kepulauan Meranti, lanjut Eldy, Bupati Irwan memberikan perhatian yang lebih besar terhadap upaya pelestarian kawasan pesisir itu melalui berbagai program pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti, serta melanjutkan pembinaan yang lebih intens terhadap Kelompok masyarakat pelestari.
"Perhatian Bupati diimplementasikan dalam berbagai program, seperti penanaman mangrove 10.000 pohon di Desa Anak Setatah, Kecamatan Rangsang Barat yang dikoordinir oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti bersama Kelompok Masyarakat Pelestari," kata Eldy.
Selain itu, Pemkab Kepulauan Meranti juga memfasilitasi rehabilitasi ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil dengan meliputi kegiatan Sosialisasi peran pelestarian ekosistem mangrove bagi populasi perikanan dan biota kelautan lainnya, yang diikuti oleh 40 orang peserta.
"Termasuk pemberdayaan masyarakat pesisir disekitar ekosistem mangrove melalui kegiatan mata pencaharian alternatif, seperti budidaya kepiting dan sifut bakau, pembinaan wanita nelayan melalui kegiatan pengolahan buah mangrove menjadi aneka produk makanan dan minuman yang berkualitas," rincinya.(rls)