
BAGANSIAPIAPI, GORIAU.COM - Bupati Rokan Hilir (Rohil). Suyatno menilai bahwa masih banyak program pemerintah yang tidak sampai ke masyarakat. Ini disebabkan lantaran ketatnya aturan penggunaan anggaran, ditambah waktu realisasi yang tersisa hanya sekitar dua bulan saja.
Hal tersebut ia sampaikan pada saat memberikan kuliah umum kepada 600 mahasiswa Sekolah Tinggi Islam Ar Ridho tahun Akademik 2015 - 2016 di PKM (Pusat Kegiatan Mahasiswa), Bagansiapiapi, Rohil, Riau, Minggu (11/10/2015). Sang bupati berpendapat kalau pemerintah pusat enggan memberikan keleluasaan penuh kepada daerah.
"Pemerintah pusat sepertinya enggan memberikan keleluasaan kepada daerah. Itu sama saja kepala dilepas tapi ekor di pegang," Ujar Suyatno. Menurut dia, kalau pemerintah pusat mau menjalankan otonomi daerah secara utuh, maka pemerintah akan mampu menjalankan anggaran sebagaimana yang tercantum dalam APBD.
Sedangkan mengenai pendidikan, bupati mengatakan, pemerintah sudah mengalokasikan dana sebesar Rp450 Miliar untuk dinas pendidikan. Disana, guru yang masih belum S1 akan mendapat beasiswa dari pemerintah. Ada beberapa kampus yang bekerjasama dengan pemkab Rohil seperti UGM, ITB, IPB dan Universitas Al Azhar di Kairo.
Bupati juga menyinggung kesiapan Rohil dalam Pekan Ilmiah Olahraga Seni (PIOS) kelima yang diikuti oleh 29 kampus se Provinsi Riau dan Kepri. Dia menginginkan agar civitas akademik kampus STAI Ar Ridho sebagai tuan rumah pada tanggal 29 November nanti, berpartisipasi aktif agar Rohil menjadi tuan rumah yang baik.
Usai memberikan kuliah umum, Suyatno berasumsi bahwa salah satu faktor anjloknya nilai Rupiah karena masih banyak dana pemerintah daerah yang tertahan di bank pemerintah baik dana yang berasal dari kementrian maupun DAK.
"Kita mengharapkan akhir tahun ini penggunaan APBD bisa tercapai 70 persen," kata Suyatno kepada GoRiau.com. (amr)