PASIRPANGARAIAN, GORIAU.COM - Gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Provinsi. Riau mengeluarkan pernyataan sikap terkait rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai mahasiswa sebagai sikap anti rakyat.

Pernyataan sikap ini dibacakan di halaman Kantor DPRD Rokan Hulu, Jumat (14/11/2014). Mereka menilai kenaikan BBM di Indonesi yang bertolak belakang dengan nasib rakyat kecil, untuk para mahasiswa menawarkan enam paket kebijakan agar BBM tidak naik.

Enam paket kebijakan itu adalah:

‪1. Subsidi silang BMM dengan mewajibkan paksa kalangan menengah atas membayar lebih mahal dari pada rakyat kelompok bawah.

‪2. Membagi dua jenis BBM yaitu jenis pertama BBM rakyat yang beroktakan 80-83.‬‪3. Reformasi birokrasi dalam tata kelola migas Indonesia dan berantas mafia migas.

‪4. Bangunan kilang miyak untuk menekan impor.

‪5. Nasionalisasi aset migas.

‪6. Menekan dan mengawasi cost recovery.

''Jika ‬BBM naik, kami minta Jokwi turun tahta,'' ujar Koordinator BEM se-Riau Zulfa Hendri didampangi Presiden Mahasiswa Universitas Pasir Pangaraian (UPP) Rokan Hulu Erik Estrada Nasution. (ram)