
PEKANBARU - Sebanyak 18 titik panas atau hotspot terpantau menyebar di sejumlah wilayah kabupaten dan kota Provinsi Riau, Kamis (2/7/2026). Kemunculan belasan titik ini menambah daftar panjang sebaran hotspot di Pulau Sumatera yang kini nyaris menembus seratus titik, memicu peringatan serius terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemantauan terbaru yang direkam instrumen satelit hingga pukul 23.00 WIB menunjukkan konsentrasi hotspot di Riau terpusat di Kabupaten Indragiri Hulu dengan sembilan titik panas. Sebaran lainnya terdeteksi di Kabupaten Pelalawan sebanyak tiga titik, Kabupaten Siak dua titik, serta masing-masing satu titik mengintai di Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Kuantan Singingi, Kabupaten Rokan Hilir, dan Kota Pekanbaru.
Data Riau ini menjadi bagian dari 98 total hotspot yang mengepung Pulau Sumatera. Provinsi Sumatera Selatan menempati urutan tertinggi dengan 38 titik, disusul Kepulauan Bangka Belitung dengan 28 titik. Sementara sisa hotspot lainnya tersebar di Lampung dengan empat titik, Bengkulu tiga titik, Aceh tiga titik, dan Jambi satu titik.
"Berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, terdapat 18 titik panas di Provinsi Riau. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah yang masih terpantau memiliki hotspot," tegas Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Deby C.
Kondisi suhu udara Riau yang mencapai 34 derajat Celcius di siang hari dinilai dapat mempercepat proses pengeringan vegetasi permukaan, meningkatkan risiko penyebaran api jika terjadi pembakaran. Kelembapan udara yang menyentuh ambang 50 persen dengan tiupan angin berkecepatan hingga 30 kilometer per jam turut memperluas jangkauan risiko karhutla di areal terbuka.
Langkah mitigasi mutlak diperlukan untuk mencegah meluasnya kerusakan lingkungan. Pihak otoritas meteorologi terus memantau pergerakan titik panas sembari menyebarkan data real-time ke posko-posko penanggulangan karhutla di berbagai daerah rawan. ***