
PEKANBARU, GORIAU.COM - Bangunan SMA An-Nur yang berada di Lingkungan Masjid Agung An-Nur Provinsi Riau sudah berdiri sejak 1982 dalam kondisi yang kurang layak. Sampai saat ini belum ada sentuhan dari Pemprov Riau untuk dilakukan renovasi.
Sebenarnya bangunan tersebut baru diisi SMA An-Nur pada 2002 silam. Saat ini terdata sebanyak 180 siswa yang melanjutkan pendidikan di sana. SMA An-Nur merupakan salah satu sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan An-Nur.
Ketika Gubernur Riau, H Annas Maamun mengunjungi sekolah tersebut, Rabu (5/3/2014), pihak sekolah dan para guru menyambut kedatangannya dengan penuh harapan. Meninjau ruangan demi ruangan, Annas sangat miris.
Karena dinding sekolah hanya dibaluti papan, persis seperti sekolah-sekolah lama, didukung dengan kursi dan meja dalam kondisi yang sudah tidak zamannya lagi. Para guru masih deg-degan menunggu hasil tinjauan Annas.
Setelah melihat ruangan-ruangan, Annas melihat halaman sekolah yang 'acak-acakan'. Dimana ada bangunan yang terbengkalai masih tanpa dinding dengan 'dihiasi' sisa-sisa bahan bangunan.
Tergeletak patahan-patahan kayu dan bongkahan sisa semen di halaman. Namun satu yang sangat tidak memenuhi sekolah tersebut, tidak ada taman seperti layaknya menghiasi sebuah sekolah di tengah kota.
Beberapa orang guru masih membuntuti Annas. Kemudian dirinya kembali memasuki salah satu kelas. Di situ dirinya meminta kelengkapan sketsa bangunan sekolah keseluruhan. Di situ dirinya baru memutuskan sesuatu yang akhirnya membuat para guru terharu dan menangis.
"Insya allah kita akan bantu untuk merenovasinya, karena ini berhubungan dengan pendidikan. Harus diutamakan," kata Annas kepada pihak sekolah.
Terpancar dari wajah mereka rasa kegembiraan yang lepas seperti akan menerima sesuatu yang sudah didambakan sejak lama. "Kalau bisa dibangun dua lantai," ungkap Annas.
Kepala Tata Usaha SMA An-Nur, Nurbaiti tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hanya berharap janji Annas ini bisa terealisasi. "Kami sudah menjalani proses belajar-mengajar seperti ini selama 12 tahun, kami berterima kasih kepada Pak Annas dan berharap segera bisa merealisasikan secepatnya," pungkas Nurbaiti.***