PEKANBARU - Pria berinisial MAH yang diamankan tim dari Mabes Polri di rumahnya Jalan Bawal Kelurahan Wonorejo Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru Provinsi Riau, Rabu (30/8/2017) pagi tadi dikenal warga sebagai sosok yang pendiam.

Demikian diungkapkan Ketua RT tempat MAH tinggal bernama Wagino, saat diwawancarai GoRiau.com di rumahnya pada Rabu siang. Kata Pak RT ini, pria berusia 39 tahun tersebut kesehariannya dikenal pendiam dan tidak begitu banyak bergaul.

MAH diakuinya sudah lama menetap di rumah tersebut bersama keluarganya. Wagino juga tidak tahu persis apa pekerjaan MAH. "Kerjanya nggak tahu, terakhir dapat info beliau (MAH, red) bergaul dengan teman-teman satu almamater (kampus, red)," sebut dia.

Sebelum diamankan, kepolisian sempat menyambangi rumah Wagino yang berjarak beberapa meter saja dari rumah MAH. Ketika itu petugas sempat menunjukkan beberapa print foto facebook yang disebut-sebut milik MH. "Katanya terkait provokasi gitu, saya kurang tahu persis," katanya.

Selaku RT, ia pun tidak begitu sering melihat pria yang sudah memiliki dua orang anak tersebut. Adapun di rumah tempat ia dibawa, MAH tinggal bersama orangtuanya. Wagino pun mengaku tidak ada gelagat mencurigakan dari MAH selama ini.

"Tidak ada ya, biasa saja. Kalau malam di rumah itu. Saya juga nggak pernah melihat ada kawan-kawannya datang atau berkumpul di sana. Jadi memang nggak ada yang mencurigakan, kita juga jarang ketemu," ulasnya panjang lebar.

Meski dikenal pendiam, MAH tak jarang ikut beberapa kegiatan sosial di lingkungan sekitar. Itu dibenarkan oleh RT. "Ada, kalau misalnya ada agenda dia gabung, karena kebetulan ini komplek rumah dia, masjid itu juga wakaf orangtuanya," terangnya sambil menunjuk masjid yang ada di depan rumah MAH.

Adapun MAH dijemput kepolisian dari rumahnya sekitar pukul 06.00 WIB pagi tadi, diduga terkait kelompok Saracen. Aparat dari Mabes Polri juga membawa dua unit handphone yang disebut milik MAH. Terkait itu, Kapolda Riau Irjen Zulkarnain membenarkan terkait diamankannya MAH.

"Saya belum dapat laporan resminya ya, katanya Wadir Reskrimsus Polda Riau memang terkait pengembangan penyidikan (Saracen, red). Kita dalam hal ini mendampingi saja," jawab Jenderal bintang dua ini saat dihubungi GoRiau.com melalui telepon selulernya, Rabu sore. ***