
JAKARTA - Bakso di Indonesia lazimnya terbuat dari daging sapi. Namun, karena ingin mendapatkan keuntungan lebih besar, ada pedagang bakso yang nakal, menggunakan daging babi atau daging tikus sebagai bahan baku bakso.
Bagi umat Islam, diharamkan mengonsumsi bakso berbahan daging babi dan tikus. Terus, bagaimana caranya agar umat Islam tidak terjebak memakan bakso berbahan daging babi dan atau tikus tersebut?
Dikutip dari Republika.co.id, Founder Halal Corner, Aisha Maharani, mengaku pernah terjebak memakan bakso daging babi pada tahun 1999. Sejak saat itu, Aisha baru mau makan bakso jika warung bakso sudah mengantongi sertifikat halal.
“Teteh punya pengalaman pernah kejebak makan mi bakso babi pada 1999,” kata Aisha dalam akun Instagram milik yang disandingkan di akun Halal Corner.
Aisha memberikan ada cara mudah membedakan bakso berbahan daging sapi, babi dan tikus.
1. Warna
Bakso daging sapi biasanya berwarna merah kecokelatan karena tergolong dalam red meat. Jika berbahan daging babi, warnanya lebih terang keabuan karena tergolong white meat. Sementara itu, apabila bakso terbuat dari daging tikus, warnanya cenderung lebih pucat.
2. Tekstur
Bakso daging sapi biasanya memiliki banyak serat, kesat, dan lebih berurat. Sementara bakso daging babi biasanya lebih halus dan berminyak, ini karena daging babi memiliki kadar lemak yang tinggi. Bakso daging tikus, teksturnya keras dan mudah pecah.
3. Aroma
Untuk dari aromanya, bakso daging sapi akan tercium bau khas daging sapi. Kemudian bakso daging babi aromanya lebih tajam dan amis, serta bakso daging tikus aromanya lebih amis lagi dan menyengat.
4. Harga
Bakso dengan bahan daging sapi tentunya akan dijual dengan harga yang lebih mahal. Sementara bakso daging babi dan daging tikus akan dijual dengan harga murah, ini dikarenakan babi dapat ditangkap dengan mudah begitu pula tikus sehingga penjual tak harus membeli daging sapi yang mahal.
Menanggapi postingan tersebut, banyak wargnet yang memberikan pandangan mereka terkait ciri-ciri bakso sapi, babi, dan tikus. Sebagian besar dari mereka menyarankan untuk membeli produk bakso yang sudah mengantongi sertifikat halal saja agar tidak ragu memakannya.
“Ciri itu bisa ditiru, tapi yang jadi ciri kuat itu kalau saya amati, yang punya branding, komunitas, dan keterbukaan. Saran saya, belilah produk yang sudah halal, atau belilah di UMKM sekitar yang sudah kita kenal. Cari yang punya branding bagus, berdiri lama, dan terbuka jika ditanya,” tulis akun @tofanmursyid**.***