PEKANBARU - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dinilai tidak pro rakyat dan semakin mencekik kalangan buruh. Buntut dari kesenjangan sosial ini, massa yang tergabung dalam Buruh Riau Bersatu menyerbu Kantor DPRD Riau, Selasa (6/9/2022).

Puluhan buruh yang merasa terus-terusan ditindas pemerintah ini menggelar unjuk rasa untuk menyampaikan sikap penolakannya kepada wakil rakyat. 

GoRiau Aksi buruh di DPRD Riau. (foto
Aksi buruh di DPRD Riau. (foto: ratna sari dewi)

"Upah kami saja tidak sebanding, ini naik pula harga BBM, diikuti harga bahan pokok lainnya. Kami menolak keras kenaikan harga BBM yang tidak pro rakyat. Masyarakat kecil seperti kami ini yang paling tertindas," seru orator.

Selain menolak kenaikan BBM, para buruh ini juga menolak omnibus law, kenaikan UMK 2023 sebesar 13 persen dengan perhitungan yaitu inflasi 6,5%-8% dan pertumbuhan ekonomi 5,1%.

Selanjutnya, mereka juga mendesak agar pemerintah melakukan reformasi agraria dan wujudkan kedaulatan pangan.

"Hari ini kami datang menemui wakil rakyat, kalau mereka saja tidak mau mendengar jeritan rakyat kecil, bagaimana nasib kami?" serunya.

Hingga berita ini diterbitkan, demo masih berlangsung. ***