
SELATPANJANG – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Abiseka Pekanbaru merespon kasus balita yang mengalami bocor jantung dan penyumbatan pembuluh darah di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.
Sentra Abiseka Pekanbaru yang merupakan salah satu UPT dari Kemensos RI yang melayani 13 kabupaten, kota di Provinsi Riau dan Kepri merespon kasus ini setelah mendapatkan informasi informasi melalui pemberitaan di media massa.
Respon kasus ini dilaporkan langsung kepada Menteri Sosial, Tri Rismaharini dan Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, agar segera ditindaklanjuti dan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang dilaporkan.
Pondong Pangoyoman selaku Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) mengatakan, pihaknya turun langsung ke lapangan dalam rangka untuk melakukan verifikasi dan validasi terhadap pasien bayi tersebut.

"Kami turun ke lapangan dalam rangka untuk melakukan verivikasi dan validasisekaligus untuk melakukan assesmentkebutuhan dan penyaluran bantuan dari Kemensos dan yang paling utama sebenarnya memfasilitasi akses kesehatan untuk rujukan ke Jakarta, dan saat ini kami masih menunggu arahan menteri," kata Pondong Pangoyoman, Rabu (8/6/2022).
Diceritakan gambaran kasusnya, bayi yang bernama Muhammad Aidil Fikri Ahan berumur 2 tahun, warga Jalan Utama RT 02 RW 02 Dusun 02 Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, menderita TOF, smallish branch PA's, vertical duct, MAPCA's (bocor jantung dan penyumbatan pembuluh darah) yang diketahui sejak usia 1 tahun.
Untuk penanganan selama ini, orangtua bayi tersebut sudah pernah membawa anaknya berobat ke RSUD di Bengkalis dan merujuk ke dokter spesialis jantung di Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru.
Dari hasil assesment yang dilakukan, Anak pasangan Subhanudin dan Sri Wangi ini dibawa ke RSUD di Bengkalis pada 8 April 2022 lalu dan pada tanggal 19 April dirujukke Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru.
Setelah dilakukan CT scan, USG, dan EKG oleh Dokter Spesialis Jantung Dr. Shirley Leonita Anggriawan, Sp,A(K), dinyatakan bahwa Fikri didiagnosis mengalami TOF, smallish branch PA's, vertical duct, MAPCA's (bocor jantung dan penyumbatan pembuluh darah).
Selanjutnya Rumah Sakit Awal Bross Pekanbaru telah mengeluarkan surat rujukan untuk dibawa ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut hingga operasi apabila diperlukan, dimana surat rujukan masih berlaku hingga tanggal 18 Juli 2022 mendatang.
"Saat ini kondisi fisik Fikri membiru di bagian bibir, kuku tangan dan kuku kaki, mata memerah, dan sesak apabila beraktivitas berlebihan. Ia dan keluarga membutuhkan dukungan pemenuhan hidup layak berupa nutrisi, perlengkapan bayi, perlengkapan biaya pengobatan dan biaya kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Terhadap kondisi tersebut, petugas memberikan pendampingan, penguatan, motivasi, dan dukungan psikososial kepada Fikri dan keluarga.
Dikatakan, adapun rencana intervensi yang akan dilakukan, Sentra Abiseka akan mendampingi Fikri dan keluarga selama menjalani tahapan pemeriksaan dan persiapan rujukan dan operasi di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta.
Selanjutnya Sentra Abiseka dan Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Meranti mengupayakan agar Fikri terdaftar di DTKS agar dapat mengakses bantuan lain dari Kemensos RI.
Dalam kunjungan tersebut, Sentra Abiseka juga memberikan bantuan bagi Fikri dan Keluarga berupa pemenuhan kebutuhan gizi dan baby kit seperti susu, biskuit, perlengkapan mandi dan lainnya.
Diberitakan sebelumnya, seorang balita bernama Muhammad Aidil Fikri di Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti mengidap penyakit jantung bocor dan membutuhkan donasi untuk biaya pengobatannya.
Pihak keluarga mengaku pengobatannya akan dilakukan di Rumah Sakit Kita di Jakarta. Namun mengingat biaya belum cukup, mereka terpaksa menancapkan harapan kepada para donatur agar dapat meringankan biaya berobat.
"Kita berharap ada bantuan dari masyarakat untuk biaya pengobatan anak saya, sehingga bisa sembuh seperti sedia kala," harap Subhan, Ayah dari balita berusia dua tahun itu.
Saat ini bantuan berangsur mengalir. Dari pihak Polsek Merbau telah menyalurkan bantuan uang tunai kepada pihak keluarga untuk menambah biaya pengobatan balita penderita jantung bocor tersebut.
Sementara itu Kepala Desa Bagan Melibur, Isnadi Esman mengucapkan rasa terimakasih nya kepada Kementerian Sosial RI atas respon cepat terhadap Balita penderita jantung bocor yang merupakan warganya.
"Terimakasih kami dari Pemdes dan keluarga pasien atas respon cepat Kementerian Sosial RI untuk Ananda Aidil Fikri semoga menjadi jalan untuk kesembuhan anandanya. Terimaksih kepada semua pihak institusi maupun pribadi yang telah ikut mensuarakan dan menginformasikan keadaan ananda Fikri sehingga mendapat perhatian khusus dari Ibu Menteri Risma. Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan dan keikhlasan kita semua," ucapnya.***