PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - Krisis keuangan mulai 'menghantui' perusahaan listrik yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PD Tuah Sekata. Akibatnya, hutangpun kian 'membengkak' hingga mencapai Rp1,5 miliar. Nah, untuk menekan lonjakan tunggakan pelanggan listrik, BUMD yang bermarkas di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan ini akan menerapkan ketegasan yang luar biasa.

Pelanggan listrik yang menunggak rekening hingga melampaui tiga bulan, maka BUMD ini tidak bakal segan-segan melakukan pemutusan sambungan aliran listrik secara sepihak. Upaya tegas ini katanya akan dimulai pada Senin (27/5/2013) mendatang. Hal ini diungkapkan oleh Plt Direktur BUMD PD Tuah Sekata Yumardi kepada wartawan, Kamis (23/5/2013).

Menurutnya, akan ada 3 tim pemutusan rampung sebanyak 5 hingga 6 orang setiap timnya yang akan bergerak di kota Pangkalan Kerinci Senin mendatang. "Kami juga telah berkoordinasi ke pihak Polsek Pangkalan Kerinci untuk melakukan pengamanan selama pelaksanaan pemutusan rampung tersebut," ujarnya.

Pemutusan rampung ini, sambungnya, terpaksa dilakukan agar tunggakan tidak terus membengkak. Apalagi pengumuman dan pemberitahuan sudah dilakukan namun masih banyak yang belum menyelesaikan tunggakannya. "Jadi apabila nanti meteran mereka diputus maka mereka akan mengurus pemasangan kembali dan akan dikenakan biaya pemasangan ulang sebesar Rp.1019 per volt amper," katanya.

Ditambahkannya, sedangkan bagi pelanggan yang menunggak 3 bulan ke atas namun tidak mau dilakukan pemutusan untuk cepat membayar tunggakan. Pasalnya, masih ada waktu tersisa untuk melakukan pembayaran listrik yang tertunda. "Jadi kita harapkan pelanggan untuk segera melunasi tunggakannya," pungkasnya.(ilm)