DURI - Puluhan jamaah umrah di Duri yang batal berangkat ibadah ke tanah suci pada Minggu (8/1/2017) lalu, mendatangi kantor perwakilan Madina Prima di Jalan Mawar, Duri untuk meminta pertanggung jawaban pihak travel atas musibah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Khairul Umam sebagai penanggungjawab Madina Prima di Duri menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh jamaah umrah tersebut. Dikatakannya, musibah gagalnya keberangkatan jamaah Madina Prima ini merupakan yang pertama sejak berdiri.

"Jadi ada dua lembaga besar dalam menagemen ini. Pertama Madina Prima Mandiri yang dipimpin oleh Ibu Anisa di Medan. Perannya selama ini, untuk pemesanan tiket keberangkatan, penginapan serta visa menjadi tanggung jawabnya. Sehingga seluruh dana sudah diserahkan kepada Ibu Anisa ini," kata Khairul dalam pemaparannya, Selasa (10/1/2017).

Kedua, Madina Prima wilayah Riau yang diketuai oleh Ustadz Amrizal ini adalah tempat jamaah mendaftarkan diri untuk berangkat umrah.

"Jadi sebagai penanggung jawab disini, kami sangat memahami apa yang dirasakan ustadz Amrizal saat ini. Karena tidak hanya rombongan dari Duri saja yang gagal berangkat, beberapa daerah lain yang bekerja sama dengan Ibu Anisa ini juga gagal berangkat. Termasuk dari travel lain selain Madina Prima," ujar Khairul yang dikutip GoRiau.com (GoNews Grup).

Selanjutnya, menurut informasi yang disampaikan ustadz Amrizal, Ibu Anisa pengusaha tiketing pesawat dan memiliki cabang hingga di Surabaya ini sampai saat ini belum bisa dihubungi dan masih dalam pencarian.

Namun demikian, sebagai penanggung jawab, Khairul Umam mengikhlaskan seluruh hartanya untuk mengganti biaya jamaah umrah yang batal berangkat tersebut. Seluruh kebun sawitnya sekitar 10 hektar dijual, beberapa unit mobil dan rumah kontrakannya juga dijual.

"Jamaah umrah Madina Prima, saya maupun pak Amrizal sama-sama menjadi korban. Namun, saya pribadi tetap akan bertanggungjawab. Harta saya, saya serahkan semuanya untuk dijual. Agar bapak ibu tetap bisa berangkat ibadah sesuai dengan harapannya," ujarnya lagi.

Dalam pertemuan yang masih berlangsung itu, terlihat sudah ada titik terang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh jamaah umrah ini. Jamaah umrah Madina Prima sepakat dengan menjualkan tanah, mobil dan rumah yang diserahkan penanggungjawab Madina Prima.

Jamaah umrah Madina Prima berharap, uang yang terkumpul dari hasil penjualan aset itu semua bisa mencapai Rp 800 juta. Dimana angka tersebut akan dibagikan untuk 40 orang yang masing-masing Rp 20 juta.

"Namun jika hasil penjualan aset beliau nanti berlebih dari Rp 800 juta, maka akan kita kembalikan. Kita sangat menghargai respon ustadz Khairul Umam untuk mengembalikan uang kita meski harus menyerahkan seluruh tabungannya untuk kami. Semoga rezekinya juga dimudahkan, dan kami jamaah yang batal berangkat ini bisa berangkat dalam waktu dekat," tutup salah seorang jamaah. *** #BENGKALIS