RENGAT,GORIAU.COM - ‪‪Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) melakukan pemburuan hama tikus di areal persawahan masyarakat di Desa Kelayang, Kecamatan Rakit Kulim. Perburuan hama tikus tersebut dilakukan bersama 150 orang petani daerah itu, Kamis (12/9/2013).

Berburu hama tikus ini kita lakukan atas permintaan para petani, guna membasmi musuh besar (tikus-red) tanaman padi itu, karena beberapa waktu yang lalu pada saat petani bercocok tanam, hama tikus telah merusak tanaman padi yang ditanam para peni, sehingga berdampak pada hasil panen, demikian diungkapkan Kepala dinas Pertanian Inhu, Rahmat, M.Si di ruang kantornya Kamis (12/9/2013).

Dikatakan Rahmat, saat ini masyarakat tengah melakukan pengolahan lahan sawah untuk musim tanam tahap kedua tahun 2013, sedangkan benih padi dibantu oleh Dinas Pertanian, yaitu jenis Faritas IR 142 dengan masa panen 100 hari.

Oleh karena itu, sebelum masa tanam, petani meminta bantuan kita untuk melakukan perburuan hama tikus tersebut, perburuan dilakukan dengan cara manual yang tidak menggunakan bahan kimia sama sekali. Sebab Desa Kelayang, Kecamatan Rakit Kulim merupakan sentra produksi padi sawah organik atau beras organik, yang sama sekali kegitan budi daya tidak menggunakan bahan kimia, terang mantan Kaban BP4KKP itu.

Masih katanya, dalam budi daya padi organik, pupuk dan racun pembasmi hama juga menggunakan bahan orgnik yang diproduksi sendiri oleh petani dengan memanfaatkan kotoran hewan ternak seperti, sapi dan bahan tanaman seperi jermi dan bahan organik lainnya. Untuk tahun 2013 ini, jumlah produksi padi organik meningkat hingga 80 persen, dimana pada tahun 2012 kemaren, produksi padi berkisar 11 ribu ton per tahun, sedangkan pada tahun 2013 ini, produksi padi sudah mencapai hampir 10 ribu ton per satu periode penen, dalam satu tahun panen padi sebanyak dua kali, itu arinya, hasil produksi padi tahun ini akan bisa mencapai 20 ribu ton atau lebih di tahun 2013 ini, tandasnya. (jef)