
SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pengoperasian roro Kampung Balak - Buton yang menetapkan tarif terlalu besar terus menuai kecamatan. Niat awal untuk memutar roda perekonomian di Kepulauan Meranti, justru ternodai oleh sikap Dinas Perhubungan yang mematok tarif luar biasa dan membuat masyarakat menjerit.
''Roro itu dibuat bukan untuk kepentingan perusahaan dan pengelola, tapi untuk memudahkan masyarakat khususnya pedagang yang selama ini kesulitan mengangkut barang dari Pulau Sumatera ke Meranti, Awalnya dengan adanya roro diharapkan distribusi barang menjadi lancar,'' ujar Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Basiran.
Menurutnya, roro diharapkan menembus mitos keterisolisiran Meranti selama ini, yang tidak bisa ditempuh lewat jalan darat. Dengan tembusnya jalan darat itu, tentu diharapkan akan terjadi kemudahan masyarakat baiik masyarakat Meranti maupun masyarakat dari luar Meranti, yang ingin membuka usaha atau membawa dagangannya langsung dengan kendaranke Selatpanjang.
''Tapi kenyataannya sekarang, justru tarifnya sangat tinggi. Ini sama saja dengan menjerat pedagang. Dan hasilnya tetap saja distribusi barang ke Selatpanjang akan terkendala. Karena itu, kita minta pengelola untuk menurunkan tarif yang sudah ditetapkan sekarang,'' tegasnya. (kpt)