PEKANBARU – Video viral yang memperlihatkan seorang dokter di Pekanbaru, Riau dilabrak istrinya di pusat perbelanjaan tengah menjadi sorotan publik. Sosok dalam rekaman itu, dr Jeri Adli, akhirnya buka suara dan memberikan klarifikasi, Rabu (1/10/2025).

"Terima kasih saya ucapkan kepada rekan-rekan semua yang hadir dalam rangka klarifikasi dan bantahan terhadap permasalahan yang viral terhadap diri saya. Saya memohon maaf sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi," ujar dr Jeri Aldi didampingi pengacaranya Tatang Suprayoga SH MH dan rekan.

dr Jeri menegaskan isu perselingkuhan yang berkembang di media sosial tidak benar. Ia menguraikan perjalanan rumah tangganya bersama Novi Pitriona sejak menikah pada 2016 hingga berulang kali mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Rengat.

Menurutnya, pernikahan dengan Novi sejak awal tidak mendapat restu keluarga. Ia juga menjelaskan sempat mengalami permasalahan pekerjaan akibat penggunaan mobil operasional perusahaan yang tidak sesuai aturan oleh pihak keluarga istrinya. Hal itu, katanya, berujung pada pemecatan dirinya dari perusahaan kelapa sawit tempat ia bekerja.

"Karena kondisi tersebut, saya sempat bertengkar dan akhirnya mengajukan perceraian. Namun pada 2022, Novi kembali membuka komunikasi dan kami memutuskan menikah lagi, meski tetap tanpa restu keluarga," ungkapnya.

dr Jeri juga membantah tuduhan tidak bertanggung jawab terhadap biaya pengobatan istrinya yang disebut menderita kanker. Ia menyebut penyakit yang diderita Novi adalah tumor mata, dan semua biaya operasi serta pengobatan ditanggung olehnya.

"Tuduhan bahwa saya tidak bertanggung jawab adalah fitnah. Pada tahun 2024 saya menanggung seluruh biaya operasi dan pengobatan Novi selama lebih dari dua bulan," tegasnya.

Lebih lanjut, dr Jeri mengungkapkan dirinya sudah menjatuhkan talak sebanyak enam kali sejak awal 2025. Ia menyatakan status pernikahannya dengan Novi secara agama sudah berakhir, meskipun gugatan talak masih berjalan di Pengadilan Agama.

"Status saya sudah bercerai secara agama. Hal itu diketahui banyak saksi. Bahkan sebelum ayah saya meninggal, keluarga sudah meminta Novi untuk tidak tinggal lagi bersama kami," ujarnya.

dr Jeri menambahkan, selama pernikahan ia tetap menafkahi dan memenuhi kebutuhan istrinya. Namun, ia mengakui kesalahan terbesar dalam hidupnya adalah tetap memaksakan pernikahan yang tidak direstui orang tuanya sejak awal.

"Semua ini terjadi karena saya tidak mendengar nasihat orang tua. Saya sudah berbuat durhaka kepada ibu saya," tutupnya. ***