SELATPANJANG, GORIAU.COM - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, berencana membangun fasilitas umum berupa dua unit tolet di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Riau. Hanya saja, untuk kelengkapan fasilitas ini harus dilakukan sharing dana akibat pemangkasan anggaran yang sebelumnya diajukan Disbudpar Riau.
Demikian disampaikan Kabid Pengembangan Pariwisata Disbudpar Provinsi Riau Yulisma SSos, MM kepada sejumlah wartawan saat berkunjung ke Desa Bokor bersama PPTK Kartinawati MH, dan stafnya Erfi Agustiana, Rabu (14/5/2014) yang lalu. Kata Yulisma, kedatangan mereka ke Bokor hanya untuk meninjau dan menentukan lokasinya saja.
"Hasilnya nanti akan disampaikan ke pimpinan, karena proyek ini hanya PL (penunjukan lagsung). Kalau sudah ditandatangani, tahun ini juga langsung kita bangun," katanya.
Berdasarkan hasil peninjauan, maka lokasi pembangunan toilet persis berada di samping balai desa. Selain dekat dengan pelabuhan dan lapangan yang biasanya selalu menjadi sentral kegiatan budaya, di tempat tersebut juga terdapat satu unit toilet dengan dua pintu/kamar yang sudah mulai lapuk dan kumuh.
Sesuai rencana, kata Yulisma pula, dua unit toilet yang akan dibangun itu terdiri dari empat kamar. Mengingat anggarannya terbatas, maka akan dilakukan sharing anggaran. Provinsi hanya membangun toiletnya saja, sementara kabupaten akan membangun sumur bor untuk melengkapi fasilitas toilet.
"Awalnya anggaran yang kita usulkan lumayan besar, tapi dopotong. Makanya kita lakukan sering anggaran dengan kabupaten," ujarnya lagi.
Kedatangan pejabat Disbudpar Provinsi Riau itu turut didampingi Sekretaris Disparpora Kepulauan Meranti Drs H Ismail Arsyad dan tokoh muda Desa Bokor yang juga Ketua Sanggar Batin Galang, Sopandi SSos dan seorang rekannya sebagai penunjuk lokasi.
Sekretaris Disparpora Kepulauan Meranti Drs Ismail Arsyad MSi yang dimintai keterangannya terkait pembangunan toilet tersebut mengatakan bahwa pembangunan fasilitas umum di desa wisata Bokor tersebut merupakan hasil dari koordinasi yang mereka lakukan selama ini. Dia juga berharap toilet yang akan dibanguna itu benar-benar refresentatif. Sebab, ketersediaan toilet menjadi salah satu alasan bagi turis-turis asing ketika berkunjung ke daerah wisata di Riau.
"Kita hanya berharap toilet ini dibangun dengan menggunakan closed duduk, bukan jongkok. Yang murah-murah saja tak apalah, asalkan closed duduk. Selama ini persoalan itulah yang selalu dikeluhkan turis asing ketika datang ke daerah kita, mereka mana pandai menggunakan closed jongkok. Apalagi toilet ini dibangun untuk pengunjung, jadi harus refresentatif. Kalau memang anggarannya cukup harus dikeramik," kata Ismail.
(zal)