PEKANBARU – Pengamat kebijakan publik, Dr. M Rawa El Amadi menilai Pemerintah Provinsi Riau selalu pandai berkelit saat menerima kritikan dari masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa tanggapan seperti itu wajar terjadi. Menurutnya, perbedaan posisi antara pemerintah dan masyarakat menciptakan keseimbangan pendapat.

"Yang dibahas itu angka makro, kenaikan yang dimaksud BPS dilihat secara makro. Pertumbuhan industri itu bukan dimulai sejak 4 tahun ke belakang, melainkan sebelumnya sudah ada. Istilahnya duduk-duduk santai aja bapak gubernur, pertumbuhan ekonomi akan tetap seperti itu," ujar Dr. M Rawa El Amadi kepada GoRiau.com, Minggu (16/4/2023).

Ia menyoroti bahwa pencapaian ekonomi makro seringkali berbanding terbalik dengan pelayanan publik yang diterima masyarakat. Masyarakat merasa belum merasakan manfaat langsung dari capaian tinggi yang diumumkan pemerintah.

Oleh karena itu, Dr. M Rawa El Amady menyarankan agar pemerintah lebih terbuka dalam menyampaikan pencapaian visi, misi, dan programnya.

"Masyarakat hanya ingin keterbukaan pemerintah. Kalau memang benar ada, coba bapak gubernur, deskripsikan pencapaian visi misi dan programnya secara terbuka kepada publik yang saya rasa masyarakat juga masih ada yang simpan visi, misi, dan program bapak gubernur saat kampanye dulu," tegas Dr. M Rawa El Amady.

Menurut Dr. M Rawa El Amady, pencapaian yang tinggi itu sebenarnya berasal dari sumber daya alam yang ada di Riau. Namun, hal ini belum dinikmati oleh masyarakat Riau. "Jadi bagaimana masyarakat bisa bilang kalau mereka sejahtera?" pungkasnya. ***