TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Kehidupan yang semakin terdesak dan tergoda meraih laba yang memadai, ternyata membuat orang nekat melakukan sesuatu yang bisa merugikan pihak lain. Seperti yang terjadi di Indragiri Hilir Riau, diduga sebagian pedagang gorengan menggunakan campuran lilin dan plastik pada minyak goreng yang digunakan menggoreng pisang, tempe dan lain-lain.

Gorengan di Inhil adalah makanan yang banyak digemari masyarakat, apalagi jika cuaca sangat mendukung, seperti dingin karena hujan, yang terlintas oleh sebagian warga adalah keinginan untuk membeli gorengan. Tapi bagaimana jika gorengan yang kita santap ternyata mengandung bahan berbahaya, seperti lilin atau plastik?

Diawali mendapat informasi dari salah seorang teman, dimana Ia mengatakan bahwa beberapa penjual gorengan di Tembilahan, Indragiri Hilir menggunakan plastik untuk membuat minyak goreng tetap awet dan bersih.

''Coba saja dibakar, jika meleleh itu mengandung lilin dan jika menyala itu mengandung plastik,'' ujarnya.

Karena tidak percaya dengan apa yang dikatakannya, ia meminta agar dibuktikan sendiri dengan membeli beberapa sampel gorengan yang ada di Tembilahan.

Akhirnya, pada Jumat sore setelah membeli 6 sampel gorengan dari 6 penjual gorengan yang berbeda, kemudian seperti yang dijelaskan, cara membuktikannya adalah dengan membakar gorengan itu.

Dan untuk lebih membuktikan itu, Penulispun membeli tempe yang masih mentah kemudian digoreng sendiri menggunakan minyak goreng tanpa campuran apapun.

Alhasil, dari 6 sampel gorengan tersebut 3 diantaranya langsung menyala (seperti ketika membakar kertas) ketika dibakar, 1 menyala dan meleleh serta 2 lainnya hanya menimbulkan reaksi gosong ketika dibakar. Sedangkan tempe yang digoreng sendiri oleh penulis tidak langsung terbakar melainkan gosong sama dengan 2 sampel lainnya.

Dari itu semua dapat ditarik kesimpulan, 6 sampel yang ada 4 diantaranya diduga mengandung zat berbahaya dimana yang dibakar kemudian meleleh mengandung campuran lilin dan yang menyala ketika dibakar mengandung campuran plastik. (tim)