PEKANBARU – Sebagai bentuk apresiasi kepada petani plasma binaannya, Asian Agri menyerahkan premi hasil penjualan minyak sawit bersertifikasi sebesar lebih dari Rp3,8 miliar kepada 38 Koperasi Unit Desa (KUD) yang mewakili sekitar 15.000 petani. Acara penyerahan ini berlangsung di Grand Jatra Hotel, Pekanbaru, Kamis (12/12/2024).

Program premium sharing ini merupakan wujud penghargaan Asian Agri kepada petani yang telah konsisten menjalankan praktik perkebunan berkelanjutan sesuai standar sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

“Premi ini diberikan untuk memotivasi petani agar terus menjaga dan meningkatkan kualitas kebun mereka, serta mempertahankan sertifikasi yang mendukung kelapa sawit berkelanjutan,” ujar Pengarapen Gurusinga, Regional Head Asian Agri Provinsi Riau. Ia menambahkan bahwa keberadaan sertifikasi RSPO memungkinkan produk petani diterima di pasar internasional, khususnya di Eropa, yang hanya menerima minyak sawit lestari.

Rudy Rismanto, Head of Partnership Asian Agri, menjelaskan bahwa kemitraan dengan petani plasma menjadi pilar strategi bisnis berkelanjutan perusahaan. “Kemitraan ini tidak hanya menjamin pasokan bahan baku, tetapi juga menguntungkan petani melalui pendampingan teknis dan jaminan pembelian hasil kebun,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya mempertahankan keberhasilan generasi pertama untuk diteruskan ke generasi berikutnya.

Manfaat Langsung bagi Petani

Ketua KUD Jaya Makmur, Sudiyono, yang telah bermitra dengan Asian Agri sejak 1990, mengapresiasi dukungan perusahaan, termasuk dalam mempermudah proses sertifikasi. “Kami telah menerima premi sejak 2013, dan dana tersebut digunakan untuk penguatan kelompok serta persiapan pendapatan alternatif selama replanting,” katanya.

Sementara itu, Anton Suhartono, Sekretaris KUD Sawit Subur, menyebutkan kemitraan dengan Asian Agri memberikan berbagai kemudahan, seperti pengajuan dana Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dari BPDPKS. Ia menyoroti keunggulan bibit unggul Topaz dari Asian Agri yang mampu meningkatkan produktivitas hingga 28 ton/ha pada tahun ketiga. “Kami tidak khawatir selama replanting karena dana premium sharing dapat digunakan untuk usaha alternatif, seperti beternak ayam organik,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua KUD Bukit Makmur, Irwan Ritonga, yang merasa terbantu dalam pengelolaan kebun hingga generasi kedua. “Pendampingan teknis dan bibit unggul Topaz dari Asian Agri terbukti meningkatkan hasil kebun. Perusahaan juga membantu pengurusan dana BPDPKS, sehingga kami yakin untuk terus bermitra,” jelasnya.

Melalui program premium sharing dan pendampingan teknis, Asian Agri menunjukkan komitmennya untuk mendukung kelapa sawit yang berkelanjutan. Selain membantu meningkatkan kesejahteraan petani plasma, inisiatif ini juga memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional sebagai produsen minyak sawit yang memenuhi standar keberlanjutan. ***