JAKARTA – Hubungan dagang sektor otomotif antara Amerika Serikat (AS) dan China kian memanas. Washington sedang menyusun langkah ekstrem guna menutup seluruh akses bagi produk otomotif asal Negeri Tirai Bambu untuk masuk ke pasar domestik.

Senator Partai Republik, Bernie Moreno, menyatakan pihaknya tengah menyiapkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang membatasi hingga berpotensi melarang total peredaran mobil China. Kebijakan sapu jagat ini tidak sekadar menyasar kendaraan utuh, melainkan mencakup perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), hingga kolaborasi kemitraan teknologi.

"Tidak akan pernah ada skenario di mana mobil buatan China memasuki pasar kita," tegas Senator Partai Republik, Bernie Moreno, saat berbicara di depan pelaku industri dalam Forum Otomotif menjelang New York Auto Show mengutip laporan CarnewsChina, Rabu (1/4/2026).

Langkah pemblokiran ini diklaim berkaitan erat dengan isu keamanan nasional, bukan murni urusan persaingan bisnis semata. Rencana ini sekaligus menjadi eskalasi dari fondasi aturan ketat yang telah diletakkan oleh Presiden AS, Joe Biden, Januari 2025.

"Kami tidak mengizinkan Huawei masuk ke infrastruktur telekomunikasi kami. Kami tidak akan mengizinkan produsen mobil China masuk ke pasar ini. Kami akan mencegah kanker masuk ke pasar kami, dan kami akan membutuhkan negara-negara lain untuk melakukan kemoterapi," urainya menganalogikan ancaman otomotif China layaknya kasus di sektor telekomunikasi.

Kritik tajam turut diarahkan kepada manuver perusahaan teknologi dalam negeri. Moreno menyoroti langkah Waymo, perusahaan otonom di bawah naungan Alphabet, yang menjalin kerja sama dengan raksasa otomotif China penginduk Zeekr, yakni Geely. Penggunaan kendaraan buatan China dalam program robotaxi dinilai sebagai bentuk kemunduran yang mencederai upaya AS mempertahankan kepemimpinan teknologi global.

Desakan juga disampaikan kepada negara sekutu agar tidak menjadi pintu belakang bagi masuknya produk China ke pasar internasional. Kawasan Amerika Latin, Meksiko, Kanada, hingga Eropa diminta untuk segera mengadopsi standar proteksi yang sejalan dengan kebijakan Washington.

Rencana aturan ini mendapat lampu hijau dari pemain lama otomotif di Detroit serta berbagai organisasi perdagangan otomotif AS. Kelompok ini mendorong pemerintah untuk konsisten membatasi gempuran produk berharga murah demi melindungi ekosistem industri domestik, yang secara otomatis akan mengubah peta persaingan dan memutus rantai pasok jika RUU tersebut resmi disahkan. ***