PEKANBARU – Anggota DPRD Kota Pekanbaru Tekad Abidin menyoroti panjangnya antrean pembelian BBM subsidi jenis biosolar di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru. Ia menilai kondisi tersebut tidak wajar karena terjadi di awal tahun dan telah mengganggu aktivitas masyarakat.

Hal itu disampaikan Tekad saat ditemui di Ruang Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pekanbaru, Kamis (29/1/2026). Menurut dia, seharusnya penyaluran biosolar di awal tahun sudah kembali normal karena kuota belum memasuki masa pembatasan.

“Antrean biosolar sampai dua jam ini tentu tidak bisa dianggap sepele. Di awal tahun seharusnya kuota tidak bermasalah dan penyaluran berjalan seperti biasa,” kata Tekad.

Ia menilai panjangnya antrean mengindikasikan adanya persoalan dalam sistem distribusi BBM subsidi. Karena itu, ia meminta Pertamina melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan penyaluran biosolar di setiap SPBU sesuai dengan kebutuhan.

“Kami minta Pertamina melakukan cross-check ke seluruh SPBU di Kota Pekanbaru, memastikan berapa kebutuhan dan berapa realisasi penjualan biosolar di lapangan,” ujarnya.

Tekad juga mempertanyakan kondisi Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau sebagai daerah penghasil minyak, namun masyarakat justru harus menghadapi antrean panjang hanya untuk membeli biosolar.

“Ini sangat kasihan masyarakat. Antrean panjang mengganggu perekonomian, aktivitas warga, serta pelaku usaha di sekitar SPBU karena akses jalan tertutup antrean kendaraan,” katanya.

Ia menambahkan, antrean biosolar biasanya terjadi menjelang akhir tahun akibat penyesuaian kuota. Namun, kondisi serupa di awal tahun dinilainya tidak lazim.

“Biasanya awal tahun sudah normal, antrean hanya beberapa kendaraan dan tidak lama. Sekarang sampai berjam-jam. Ini perlu segera ditindaklanjuti,” tegas Tekad. ***