
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kepolisian Sektor (Polsek) Payung Sekaki, menggelar razia Minggu (14/6/2015) malam, dikawasan jalan Dharma Bakti/Sigunggung. Razia kali ini dilakukan untuk mengantisipasi pelaku 3C, yakni Curat (Pencurian dengan pemberatan), Curas (pencurian dengan kekerasan) dan Curanmor (Pencurian kendaraan bermotor).
Razia antisipasi ini dimulai sekitar pukul 24.00 WIB. Puluhan petugas kepolisian dari unsur lalu lintas, Sabhara dan Buser (Buru sergap) ikut diterjunkan. Targetnya adalah setiap kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat, tidak menggunakan helm, lampu dan fasilitas pendukung kendaraan yang tidak memadai dan sebagainya.
Pantauan GoRiau.com, setiap sepeda motor ataupun mobil yang dirasa mencurigakan langsung dihentikan petugas. Selain memeriksa surat dan kelengakapn lainnya, polisi turut melakukan penggeledahan terhadap barang bawaan. Tujuannya untuk menjaring potensi adanya pelaku krimiminalitas yang mungkin saja ada.
"Ini sebagai langkah antisipasi dimana fokusnya adalah pelaku jambret dan Curanmor. Tujuan lain guna menciptakan situasi aman dan terkendali memasuki bulan suci ramadhan. Selain orang dan kendaraan, kita juga periksa barang bawaan untuk mencegah adanya kemungkinan pelaku kejahatan. Semisal membawa narkoba, senjata tajam dan sebagainya," kata Kapolsek Payung Sekaki, AKP Nardi M Marbun, di lokasi razia.
Pada giat kali ini, Polsek Payung Sekaki berhasil menjaring 10 unit kendaraan roda dua. Sebagian ditilang dan lainnya dibawa ke Mapolsek karena tidak bisa menunjukkan STNK. Sedangkan 35 pengendara lainnya, diberikan teguran. "Untuk yang tidak bisa menunjukkan STNK, kita bawa ke Mapolsek, karena antisipasi kalau-kalu unit tersebut hasil Curanmor," tuturnya.
Lucunya, sebagian pengendara yang mengetahui adanya razia dari kejauhan, memilih berhenti dan menunggu sampai razia selesai digelar. Mereka kucing-kucingan dengan petugas. Saat dihampiri, mereka segera bubar. Sedangkan sebagian lainnya memilih berputar arah untuk menghindari dihentikan polisi. (had)