BAGANSIAPIAPI - Bupati Rokan Hilir (Rohil), Riau, Suyatno mengundang seluruh dewan masjid untuk menyikapi berbagai gejolak yang terjadi di Indonesia, terutama aksi terorisme.

Dikatakan bupati, sejak terjadi bom Thamrin,  pemerintah Rohil meminta kepada dewan masjid agar selalu bersinergi untuk menangkal paham radikal yang mungkin sedang menyebar di lingkungan sekitar..

"Sewaktu terjadi bom Thamrin, kebetulan saya pagi itu mau ke MK. Tapi karena mendapat telepon,  saya dianjurkan tidak datang karena situasi tidak kondusif," jata Suyatno di kediamannya, Jumat (22/1/2016).

Suyatno mengungkapkan, peran dewan mesjid sangat penting untuk membina umat. Apalagi jika melihat ada kelompok yang aneh, dia meminta agar segera memberitahukan kepada pihak yang berwajib.

"Saya menilai masalah agama ini sangat rawan. Apalagi jika seseorang itu dalam kondisi susah dan mudah dibujuk. Dari data BIN yang saya dengar,  sudah 3.000 warga Indonesia yang ke Suriah," tutur Suyatno.

Selain itu, Bupati juga menyinggung masih terbengkalainya masjid di Kubu, Tanah Putih dan Sinaboi. Dirinya mengaku merasa sedih dan sangat marah padahal keberadaan mesjid itu merupakan tanggung jawab bersama.

Keinginan pemerintah  untuk membantu namun harus terganjal dengan aturan tentang dana hibah. Karena menurutnya sistem bantuan dana hibah tidak seperti dahulu lagi.  Walaupun mengeluarkan paku sebatang harus dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, Ketua MUI Drs. Wan Ahmad Syaiful menyambut baik pertemuan ini. Dia menyebutkan bahwa dewan masjid sudah mengadakan kegiatan pembinaan umat hingga tingkat Kecamatan. Selama mengunjungi ke kecamatan, kata Wan Syaiful,  dia melihat ada Sempalan Islam yakni paham salafi wahabi yang kerjanya asyik membid'ah-kan umat.

"Kebanyakan paham ini terdapat di Kecamatan Rimba Melintang dan Kecamatan Bagan Sinembah. Saya sudah mempelajari dan saya meminta mereka jangan asyik membidaah kan orang lain. Urus saja umat sendiri," katanya.(amr)