
BENGKALIS, GORIAU.COM - Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bengkalis, H Muhammad Fauzi mengatakan kuota bahan bakar minyak (BBM) khusus dipulau Bengkalis masih aman, kendati antrean masih terjadi disetiap APMS di Bengkalis.
''Stok kita masih aman saat ini. Terkait isu kelangkaan BBM bersubsidi di peredaran, kita telah membuat surat edaran yang ditujukan pada setiap APMS di Pulau Bengkalis. Isinya, pertama melarangan menjual BBM kepada pihak oknum pelansir minyak, caranya dengan mendata pembeli BBM dan membatasi pembelian masyarakat,'' katanya ketika mendampingi Kapolres sidak ke sejumlah APMS, Jumat (7/11/2014).
Kedua, lanjutnya, pihak APMS harus lebih mendahulukan kendaraan masyarakat daripada mengisi drum untuk POS AMPS (pengecer).
''Dan yang terakhir jangan sampai menaikkan harga sebelum kenaikan harga BBM diputuskan dari Pemerintah Pusat, terlebih dari pengecer,'' ungkap Fauzi.
Bersamaan surat edarkan Disperindag kesetiap APMS itu, tambahnya, pihaknya juga akan langsung melakukan pemantauan dengan menurunkan tim di setiap APMS yang terdiri dari aparat Kepolisian dan Disprindag.
''Jika setelah surat edaran itu diterima pihak APMS, masih juga ditemukan indikasi pelanggaran, maka pihak kita akan mengusulkan ke Pertamina untuk menutup operasional APMS terkait,'' tutupnya.(jfk)