BAGANSIAPIAPI – Angin beliung menghantam Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Senin (16/6/2025) pukul 03.00 WIB. Peristiwa ini merobohkan lima unit rumah warga, satu unit SDS Methodist di Jalan Methodis, dua kafe terapung, satu mushola Amaliah, kanopi kelenteng, serta menyebabkan satu ruas jalan terputus akibat semenisasi yang roboh.

Akibat angin kencang itu, seorang anak berusia empat tahun, Umma Bilysa bin Faisal, terlepas dari buaian tidurnya dan terbawa angin hingga tertelungkup sekitar lima puluh meter dari rumahnya. Dalam kondisi luka-luka, Umma Bilysa segera dilarikan ke Puskesmas Panipahan dan harus menjalani 16 jahitan.

Kiki, warga Panipahan, menuturkan bahwa bencana terjadi saat sebagian besar warga masih tertidur lelap. “Kejadiannya Senin, 16 Juni 2025 sekitar jam 03.00 WIB. Warga mengetahui musibah ini setelah pagi kecuali pemilik rumah,” ujarnya, Selasa (17/6/2025).

Tokoh masyarakat Panipahan, Kanijan (64 tahun), menyampaikan bahwa dirinya tengah berada di rumah keluarga Faisal untuk membesuk Umma Bilysa.

“Saya sedang di rumah Pak Faisal dimana anaknya, Umma Bilysa, 4 tahun, mengalami luka dan harus mendapat 16 jahitan di tubuhnya. Kita sedang membesuk keluarga ini,” ujarnya.

Ketua BAZNAS Rokan Hilir, H. Jefrizal, SHI, MM, menyatakan bahwa tim bantuan dan survei akan segera dikirim ke lokasi. “Hari ini tim survei BAZNAS Rohil insyaallah ke Panipahan. Kita bantu sesuai hasnaf dan administrasi lainnya,” katanya.

Panipahan merupakan desa terapung di atas permukaan laut, berjarak sekitar 52 mil laut dari Bagansiapiapi. Akses menuju desa ini dapat ditempuh dengan kapal ferry dari Bagansiapiapi selama kurang lebih 1 jam 30 menit. ***