
JAKARTA - Bripka Sulaiman, personel Bhabinkamtibmas Polsek Rappocini, Polrestabes Makassar, yang terluka dan kejang-kejang usai dibanting mahasiswa, Senin (7/7/2024), masih dirawat intensif di rumah sakit (RS).
Dikutip dari Kompas.com, Kapolsek Rappocini AKP Mustari Alam mengatakan, Bripka Sulaiman awalnya hendak mengamankan salah satu mahasiswa yang berbuat anarkis saat demo.
"Salah satu pengunjuk rasa yang diduga melakukan tindakan anarkisme, saat hendak diamankan pelaku melakukan perlawanan terhadap petugas," ucap Mustari.
Mahasiswa tersebut langsung berupaya melepaskan diri dan membanting Bripka Sulaiman hingga kepalanya terbentur ke aspal.
"Kepalanya terbentur di aspal hingga mengeluarkan darah serta Bripka Sulaiman sempat mengalami kejang - kejang sehingga personel langsung menolong," bebernya.
Mahasiswa yang diduga telah melakukan penganiayaan terhadap Bripka Sulaiman segera diamankan polisi. Mahasiswa tersebut diketahui berinisial SL (20).
"Saat ini sudah ada delapan mahasiswa yang diamankan, masih dilakukan pemeriksaan," ujar Mustari.
Sebelumnya, terjadi kericuhan saat aksi unjuk rasa puluhan mahasiswa di depan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (8/7/2024). Puluhan mahasiswa tersebut melakukan unjuk rasa menolak kebijakan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang disebut dapat menyengsarakan masyarakat kecil.***