TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Semakin merosotnya kualitas pendidikan di Indragiri Hilir (Inhil), membuat salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dari Komisi IV yaitu Razali, mengaku menjadi malu untuk pulang ke daerah pemilihannya.

Hal tersebut, diungkapkannya belum lama ini, saat Komisi IV menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) atau hearing bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Pendidikan (Disdik), Inhil.

Politisi Partai Golongan Karya ini mengatakan, setiap ada permasalahan di dunia pendidikan, pihaknya selalu memanggil Disdik Inhil, dan telah meminta untuk melakukan perbaikan, namun yang terjadi hingga saat ini, tidak satupun yang direalisasikan oleh Disdik Inhil.

''Yang pertama masalah mutasi Kepala Sekolah yang melanggar Permendiknas Nomor 28, waktu itu ketika RDP, saya tanya Pak Kadis, mau mentaati aturan atau melanggar aturan, jawaban Kadis mau mengikuti aturan, dan meminta maaf atas kesalahan itu,'' beber Razali.

Pada saat RDP itu pula, dikatakan Razali, bahwa telah disepakati mengembalikan Kepala Sekolah yang tidak memenuhi persyaratan yang terbuang dalam Permendiknas Nomor 28.

''Nyatanya sampai sekarng nonsen. Saya terus terang saja, sampai detik ini malu pulang ke daerah pemilihan saya, gara-gara persoalan pendidikan ini,'' tukasnya.(ayu)