PEKANBARU – PUPR Kota Pekanbaru diminta untuk kembali menginventarisir titik-titik banjir dan yang berpotensi menimbulkan banjir di Pekanbaru.

Dengan kembali melakukan inventarisir titik-titik banjir, perbaikan atau normalisasi dapat dilakukan secara kontinyu.

"Memang beberapa waktu terakhir, pergerakan antisipasi banjir di Kota Pekanbaru sudah nampak. Apalagi di masa Pj Wali Kota Muflihun. Kita harapkan ini terus ditingkatkan," Jumat (22/7/2022).

Di tahun 2022 ini anggaran untuk penanganan banjir sangatlah minim, yakni Rp 15 miliar. Dan dipastikan dengan anggaran itu, tidak bisa mengcover titik-titik banjir.

Untuk mengakali anggaran penanganan banjir yang minim, OPD terkait mulai Dinas PUPR, Camat, Lurah dan pihak terkait lainnya harus rajin turun ke lapangan melihat dan menginventarisirnya.

"Hanya dengan begitu, kita bisa mengantisipasinya meski sedikit. Jadi, memang harus bersama-sama mengatasi banjir ini," terangnya.

Banjir tidak hanya merusak lingkungan dan rumah warga saja, dampak lainnya karena genangan air dari banjir juga bisa merusak jalan.

"Makanya kita minta sekarang Pemko serius lah untuk hal-hal yang menyentuh masyarakat ini. Baik banjir maupun jalan rusak," bebernya.

Sebagai informasi, data dari Dinas PUPRPekanbaru, ruas jalan rusak mencapai 25 persen dari total ruas jalan di kota ini. Secara keseluruhan total panjang ruas jalan kota di Pekanbaru mencapai 1.277 km. ***