
PEKANBARU – Rencana pembangunan rigid ruas Jalan Batas Cerenti-Air Molek kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Riau dari daerah pemilihan Indragiri Hulu (Inhu)-Kuantan Singingi (Kuansing), Manahara Napitupulu, menyayangkan pergeseran anggaran pembangunan jalan tersebut yang sebelumnya telah dialokasikan untuk tahun 2025.
Manahara mengungkapkan, pada 2025 telah disiapkan anggaran untuk pembangunan sekitar 1,5 kilometer jalan dengan konstruksi rigid pavement di ruas Batas Cerenti-Air Molek. Anggaran tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) sawit.
Namun, pembangunan yang sebelumnya direncanakan di wilayah Inhu-Kuansing itu kemudian dialihkan ke wilayah Rokan Hilir (Rohil), tepatnya kawasan Manggala.
"Jalan batas Cerenti-Air Molek itu pada 2025 sudah dialokasikan 1,5 kilometer rigid yang bersumber dari DBH sawit. Tapi kemudian digeser ke Manggala, Rohil," kata Manahara, Kamis (24/9/2026).
Ia mempertanyakan dasar pergeseran anggaran tersebut. Menurutnya, pembangunan infrastruktur daerah semestinya disusun berdasarkan kebutuhan yang muncul dari bawah, sementara DBH sawit merupakan sumber pendanaan yang memang menjadi bagian dari penerimaan daerah.
Manahara meminta persoalan tersebut tidak sepenuhnya diarahkan kepada pemerintah pusat maupun kementerian.
"Jangan mengkambinghitamkan kementerian. Perencanaan itu datang dari bawah, anggarannya memang dari sana dan menjadi hak daerah. Memang ada mandatory spending, bahwa peruntukannya untuk jalan atau infrastruktur," tegasnya.
Politisi Partai Demokrat itu menilai pergeseran anggaran menjadi persoalan tersendiri karena ruas Cerenti-Air Molek sebelumnya telah melalui tahapan perencanaan dan pengukuran.
Bahkan, kata dia, biaya untuk proses tersebut telah dikeluarkan. Di sisi lain, masyarakat di sekitar ruas jalan juga telah mendapatkan informasi mengenai rencana pembangunan sehingga muncul harapan agar jalan tersebut segera diperbaiki.
"Di Cerenti-Air Molek kan sudah diukur, biaya sudah keluar ke situ. Masyarakat juga sudah kita sampaikan dan sudah berharap," ujarnya.
Manahara menegaskan, pihaknya tidak mempersoalkan pembangunan infrastruktur di Rokan Hilir. Ia memahami bahwa Rohil juga merupakan bagian dari Provinsi Riau yang membutuhkan perhatian pemerintah dalam pembangunan jalan.
Namun, menurutnya, kebutuhan masyarakat di ruas Batas Cerenti-Air Molek tidak seharusnya kembali terabaikan setelah proses perencanaan dan pengukuran dilakukan.
"Kita bukan soal apa, Rohil itu daerah kita juga. Tapi Cerenti-Air Molek sudah diukur, biaya sudah keluar dan masyarakat sudah berharap," katanya.
Karena itu, Manahara meminta Pemerintah Provinsi Riau kembali memasukkan ruas tersebut sebagai prioritas pembangunan pada 2027.
Ia berharap anggaran yang dialokasikan nantinya tidak sekadar menyentuh sebagian ruas, tetapi dikonsentrasikan agar pembangunan dapat memberikan manfaat nyata dan menyelesaikan persoalan jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.
"Yang jelas, tahun 2027 harus disentuh itu dengan kegunaan yang sempurna," tegas Manahara.
Manahara menambahkan, pembangunan ruas Batas Cerenti-Air Molek sebelumnya direncanakan mulai dilaksanakan pada awal 2026. Namun, setelah anggarannya bergeser ke Rohil, pembangunan di ruas tersebut belum terealisasi sesuai harapan masyarakat.
Ia berharap pembahasan anggaran 2027 menjadi momentum untuk mengembalikan perhatian pemerintah terhadap ruas strategis tersebut, terutama karena kebutuhan pembangunan dan proses awal perencanaannya telah dilakukan sebelumnya. ***