
RENGAT, GORIAU.COM - Memalukan, tanpa alasan yang jelas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hulu (Inhu) melarang kehadiran Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Inhu hadir dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Inhu, Selasa (28/10/2014).
Larangan tersebut ternyata disampaikan pihak Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudsata) Inhu kepada pihak KNPI. "Iya, kita dilarang untuk hadir dalam acara peringatan Sumpah Pemuda hari ini (Selasa, red)," kata Ketua KNPI Inhu, Supri Andayano kepada GoRiau.com, Selasa (28/10/2014).
Namun lucunya, sebelumnya KNPI Inhu mendapat undangan secara resmi dari pihak penyelenggara peringatan sumpah pemuda, dalam hal ini Disporabudsata Inhu.
Dijelaskan pria yang akrab disapa Ando ini, baik dalam rapat hingga gladi bersih yang dilaksanakan pada Senin (27/10/2014) kemaren, bahkan mereka meminta KNPI untuk mengirimkan petugas dan peserta upacara melalui surat resmi yang ditandatangi langsung oleh Kadisporabudsata Inhu, Drs Armansyah.
"Ada dua surat yang kita terima. Surat pertama dengan nomor 88/Pemuda/X/2014/427 perihal permintaan petugas upacara dan surat ke dua nomor 90/Pemuda/X/2014/427 perihal permintaan peserta upacara. Tiba-tiba langsung ada pembatalan, itupun hanya via telepon melalui anggota kita. Ada apa ini, apakah surat resmi pemerintah bisa dibatalkan begitu saja tanpa berfikir yang rasional," sebut Ando.
"Setelah diberitahu oleh anggota, saya langsung menanyakan hal itu kepada Kadisporabudsata, Drs Armansyah, dan pembatalan itu dibenarkannya. Dengan alasan bahwa Ketua KNPI Inhu dilarang untuk hadir dan tidak dibenarkan pihak KNPI andil dalam upacara serta saat upacara KNPI dilarang menggunakan atribut. Namun siapa yang melarang tidak disebutkannya," tutur Ando.
Dengan demikian, semua yang telah direncanakan buyar. Bahkan seragam baru yang telah dibuat untuk dipakai saat upacara tersebut gagal digunakan. "Kita sangat kecewa atas sikap Pemkab Inhu terkait hal ini. Ini adalah harinya pemuda dan KNPI adalah organisasi pemuda yang diakui oleh negara", cetusnya.
Namun demikian tambahnya, sebagai pemuda yang bermartabat, KNPI Inhu tidak mempermasalahkan hal itu. Yang terpenting adalah bagai mana daerah ini dan pemudanya bisa bangkit sebagai generasi penerus bangsa. Karena apalah arti sebuah kehadiran saat upacara kalau pemudanya tidak bisa berbuat untuk daerah dan bangsa ini.
"Sebagai organisasi pemuda, KNPI siap mengawal pembangunan yang dilakukan pemerintah demi memajukan daerah ini," tegas Ketua KNPI Inhu itu.***