
BENGKALIS, GORIAU.COM - Menanggapi ancaman abrasi yang terus menggerus pulau Bengkalis yang dampaknya sudah mencapai perkebunan kelapa sawit milik PT Meskom Agro Sarimas, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bengkalis, Masuri menyarankan Pemerintah Kabupaten Bengkalis agar mengambil langkah cepat untuk berkordinasi dengan pemerintah pusat.
Langkah koordinasi dengan pemerintah pusat itu perlu disikapi cepat, karena menurut Kadin abrasi bisa menyebabkan kerugian pada zona ekonomi eksklusif Republik Indonesia (RI).
''Zona ekonomi eksklusif itu dihitung pada garis pantai, jika tidak ada langkah cepat penanganannya, kita dirugikan. Dalam arti Malaysia semakin maju dengan reklamasi pantainya, kita terkikis semakin mundur, semakin jauh, itu akan menguntungkan wilayah tetangga,"kata Masuri, Rabu (4/2/2015).
Selain berdampak pada kerugian secara ekonomis, akibat abrasi yang terus menggerus pulau Bengkalis, juga akan menyangkut dengan keutuhan kedaulatan NKRI.
''Kadin sangat prihatin melihat itu, kita sendiri pernah turun melihat begitu jauhnya tonggak garis pantai dulu, sampai hari ini sangat jauh digerus abrasi, ini harus cepat, harus tanggap, karena menyangkut dengan kedaulatan wilayah juga,'' ujarnya.
Kadin menyarankan Pemerintah Kabupaten Bengkalis harus cepat berkordinasi dengan Pemerintah Pusat, bagaimana untuk menangani hal ini, mengingat Bengkalis juga termasuk dalam undang- undang sebagai daerah pulau terluar dan wilayah perbatasan. Ketika tidak cepat, makin lama makin habis. Makin kecil dan bisa makin tiada Bengkalis nantinya," papar Masuri menambahkan.Â
Kadin, lanjutnya, sangat siap jika dilibatkan untuk berkordinasi dengan pemerintah pusat terkait penanganan abrasi. Hanya saja hingga hari ini, belum ada seruan dari pemerintah Bengkalis soal hal itu.
''Kadin juga punya peran dalam hal komunikasi, namun kita juga tidak terlepas dari Pemkab, bagaimana perintah pemerintah terhadap kadin untuk menyampaikan hal ini ke Pemerinatah pusat,'' tuturnya sembari mengapresiasi kunjungan Komisi II DPRD Bengkalis ke lokasi abrasi desa Meskom. (jfk)