SELATPANJANG, GORIAU.COM - Seperti tahun 2014 lalu, memasuki bulan Februari di Kepulauan Meranti mulai terjadi kebakaran hutan dan lahan. Kali ini karhutla mulai terjadi di sejumlah pulau dengan luas kebakaran lebih dari 30 hektar, khususnya di Desa Tanjung Pisang Kecamatan Tasikputri Puyu Pulau Padang.

Camat Tasikputri Puyu Fakhrurrozi, ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (4/2/2015) sore membenarkan bahwa karhutla di Tanjung Pisang mulai meluas jika dibandingkan pada hari pertama terbakar, Selasa (3/2/2015) kemarin.Kata Camat Tasikputri Puyu, sampai Rabu sore itu, kebakaran yang mengarah ke jalan poros sudah bisa dipadamkan. Namun, titik api masih ada yang mengarah ke laut, dan itu yang sedang mereka (masyarakat peduli api, beserta masyarakat setempat) usahakan agar api tidak meluas kemana-mana."Sudah lebih 30 Ha lahan di Tanjungpisang terbakar," kata Fakhrurrozi yang saat itu mengaku sedang di lokasi kebakaran bersama lebih 60 orang masyarakat Tasikputri Puyu.Fakhrurrozi menuturkan pula, saat melakukan pemadaman, mereke menemukan kendala. Dimana sumber air hanya ada di parit (kanal) jalan poros, sementara kebakaran jauh ke dalam, sekitar 200 hingga 300 meter."Kendala yang kita hadapi adalah kurangnya sumber air. Di kebun masyarakat banyak sumur, tapi tidak ada air karena musim panas," tambah Camat.Meski demikian, diakui Fakhrurrozi pula, mereka masih bisa menangani karhutla yang terjadi. Ia juga minta kepada kepala desa seandainya karhutla tak bisa lagi ditangani, secepatnya melapor. "Kalau tak bisa ditangani secepatnya, informasikan kepada Camat. Saya sudah koordinasi dengan Kadis kehutanan dan pihak RAPP kalau memang dibutuhkan bantuan mereka siap," ujar Camat pula.(zal)