PEKANBARU – Anggota Komisi I DPRD Riau, Dr Mardianto Manan, mengaku sangat kecewa dengan oknum-oknum ASN Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) yang tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Pelalawan.

Sebelumnya, praktik suap yang dilakukan oleh oknum petugas di DLHK dan para perambah hutan sudah lama tercium, namun tidak ada ketegasan dari Kadis DLHK maupun Gubernur Riau.

Baca juga:  Pemprov Riau Nonaktifkan 4 Oknum ASN DLHK Riau yang Terjaring OTT di Pelalawan

-  Menteri LHK Minta Kasus OTT ASN DLHK Riau Diusut Tuntas

-  Ini Modus 4 ASN DLHK Riau yang Kena OTT Polres Pelalawan, Uang Rp6,8 Juta Disita

"Mereka yang sudah terbukti ini harus diberi sanksi seberat-beratnya sesuai aturan yang berlaku, ini sangat memalukan," ujar politisi Partai PAN ini, Rabu (20/7/2022).

Wakil rakyat asal Kuantan Singingi ini sudah berulang kali meminta kepada Gubernur Riau, untuk mengevaluasi anak buahnya yang banyak bermasalah. Karena, apa yang dilakukan anak buah mesti dipertanggungjawabkan oleh pimpinannya.

"Tongkat pula yang membawa rebah, makanya hutan luluh lantak karena mereka yang harusnya menjaga tapi justru dia yang hancurkan," tuturnya.

Mardianto meminta para pejabat yang diamanahkan kewenangan menjaga hutan untuk belajar dari harimau dan juga beruk. Karena, mereka lebih peduli dengan kelestarian hutan.

"Kadang kesal kita, lebih elok pula hutan di serahkan ke harimau dan beruk, lebih lestari hutan kita. Daripada kita serahkan ke manusia serakah ini," tutupnya. ***