PANGKALAN KERINCI, GORIAU.COM - AQJ, bocah anak Ahmad Dhani yang belum cukup umur mengalami peristiwa tragis di Jakarta beberapa waktu lalu. Dia terancam dipidana akibat peristiwa kecelakaan menewaskan enam orang. Berbeda halnya dengan seorang anak mandor Asian Agri yang baru berpesta ulang tahun ini, dia justru terancam pidana setelah peristiwa keracunan massal beberapa hari lalu. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa.

Menindaklanjuti persoalan kasus keracunan yang menimpa para karyawan perusahaan Mitra Unggul Pusaka (MUP), induk perusahaan itu yakni Asian Agri akan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap biaya perawatan dan pengobatan para korban selama di rumah sakit.

Tidak hanya itu, perusahaan skala internasional ini juga menyatakan siap untuk mendampingi anak mandor PT MUP yaitu Banurea jika nantinya berhadapan denganhukum.

Hal ini ditegaskan oleh HRD Asian Agri Erwin Suprapto saat dihubungi media ini, Jum'at (18/9/2013). Menurutnya, perusahaan tidak akan lepas tangan begitu saja terkait permasalahan yang nantinya membelit saudara Banurea. Namun perusahaan melalui Humas akanmemonitor segala kemungkinan yang ada dan siap mendampingi Banurea bila berhadapan dengan hukum.

"Kami juga belum tahu dan dapat hasil dari Lab POM soal makanan-makanan yang dijadikan barang bukti dugaan keracunan yang menimpa keluarga besar karyawan PT Mitra Unggul Perkasa (MUP). Namun jika nantinya positif adanya unsur pidana akibat kelalaian, maka kami siap mendampingi Banurea jika berhadapan dengan hukum," terangnya.

Sebelumnya, sambungnya, pada Rabu siang pukul 14.00 WIB, pihaknya melihat dan mengunjungi langsung korban keracunan di Amelia Medika begitu juga korban yang dirujuk ke Rumah sakit Syafira.

"Tidak hanya sekedar berkunjung saja, Rumah Sakit tempat korban dirawat adalah partner perusahaan dan kita sampaikan bahwa biaya perawatan dan pengobatan dari 91 korban dugaan keracunan adalah tanggung jawab Asian Agri," katanya.

Ditambahkannya, dan tanggungjawab perusahaan tidak sampai di sini saja dalam persoalan ini. Artinya, selain perusahaan akan bertanggung jawab sampai korban pulih dan bisa pulang namun yang harus digarisbawahi jika dibelakang hari dampak pasca persoalan ini kembali muncul maka Asian Agri akan bertanggung jawab.

"Jadi kalau besok-besok ada pengaruhnya, maka perusahaan siap bertanggung jawab untuk biaya perawatan dan pengobatannya," pungkasnya.(ilm)